BATU, RADAR BATU – Kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus menjelang long weekend di Kota Batu pertengahan Mei ini mulai disiagakan. Meski belum ditemukan kasus, potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut tetap dipantau ketat, terutama karena tingginya mobilitas wisatawan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin menjelaskan hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan hewan pengerat, khususnya tikus. Penularannya dapat terjadi melalui urine, kotoran, hingga air liur tikus yang mencemari lingkungan sekitar.
“Penularan bisa terjadi saat seseorang menghirup debu yang terkontaminasi kotoran tikus, menyentuh selaput lendir, maupun akibat gigitan tikus,” jelasnya. Kewaspadaan tersebut menyusul munculnya kasus hantavirus di sejumlah wilayah.
BACA JUGA: Tak Selalu Serius, Niky Putra Buktikan Konten Random dan Awkward Jadi Selera Baru Para Gen Z
Secara global, wabah sempat mencuat di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik pada awal Mei dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Sementara di Indonesia, tercatat 23 kasus sejak 2023 yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Timur.
Icang mengatakan gejala awal hantavirus umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas. Jika terlambat ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau gangguan pernapasan berat, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Karena itu, Dinkes meminta masyarakat kembali memperketat pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus. Selain masyarakat, pengelola hotel dan destinasi wisata juga diminta meningkatkan pengawasan kebersihan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Kota Batu diprediksi dipadati wisatawan selama libur panjang. “Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pengelola hotel dan tempat wisata agar kebersihan benar-benar diperhatikan, terutama untuk mengantisipasi keberadaan tikus,” tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi, Dinkes juga telah menyiagakan fasilitas kesehatan di Kota Batu. Sedikitnya lima puskesmas dan enam rumah sakit disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus. “Ruang isolasi juga sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu ditemukan kasus,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan