BATU, RADAR BATU - Sengkarut arus mobilitas kendaraan di Pasar Induk Among Tani berpotensi mengganggu roda ekonomi. Untuk mencegah potensi dampak yang lebih fatal muncul wacana pemisahan area parkir antara mobil dan sepeda motor.
Pintu masuk dan area parkir saat ini masih campur aduk. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk distribusi niaga berebut akses di satu gerbang yang sama. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto tidak menampik kelemahan sistem tersebut.
BACA JUGA: Lebih Baik dari Kopi? Alasan Matcha Kini Jadi Favorit Banyak Orang
Ia menyebut pemisahan area menjadi solusi mutlak di masa depan. “Selama ini lahan dan akses masih jadi satu. Ke depan bakal dipisah agar mobilitas kendaraan lebih tertib dan terjamin,” tegas Andry.
Namun, wacana perombakan ini dipastikan tidak akan terealisasi dalam waktu dekat. Rencana itu masih dikunci sebagai program jangka panjang. Pemkot Batu saat ini masih terjebak pada prioritas pembenahan administrasi dan infrastruktur dasar.
Beberapa di antaranya meliputi pemeliharaan talang air, pengurusan Sertifikat Izin Hak Pakai (SIHP), dan penertiban Nomor Induk Berusaha (NIB) milik para pedagang. Hambatan teknis paling krusial justru muncul dari sistem palang pintu otomatis (smart gate parking).
BACA JUGA: Dcottage Sabin, Penginapan Bernuansa Alam Dekat Kafe Kekinian
Fasilitas ini rupanya merupakan hasil hibah Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak ketiga. Keterikatan status kerja sama ini membuat pemerintah daerah tidak leluasa melakukan perombakan fisik atau penggantian sistem secara sepihak.
“Pemasangan dan perawatan sistem parkir itu sepenuhnya dari pihak ketiga melalui CSR. Saat ini kami hanya bisa mengupayakan agar perawatannya terus berjalan,” dalih Andry. Penataan ulang zonasi parkir ini sejatinya sangat mendesak.
Pasar Induk Among Tani telah diproyeksikan sebagai ikon pasar wisata andalan daerah. Tanpa adanya pemisahan jalur masuk dan blok parkir yang tegas, ambisi menciptakan kawasan perbelanjaan yang aman, modern, dan bebas macet akan sulit terwujud. (dia/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan