Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Menteri PPPA Minta Maaf usai Mengusulkan Pemindahan Gerbong Wanita: Keselamatan Seluruh Masyarakat Nomor Satu

Fasya Mumtahanah • Kamis, 30 April 2026 | 20:00 WIB
MENTERI PPPA: Sampaikan Permintaan Maaf usai Mengusulkan agar Gerbong Khusus Wanita Dipindahkan ke Tengah. (Sumber: Istimewa)
MENTERI PPPA: Sampaikan Permintaan Maaf usai Mengusulkan agar Gerbong Khusus Wanita Dipindahkan ke Tengah. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, RADAR BATU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyatakan permintaan maaf atas usulannya terkait pemindahan gerbong KRL khusus wanita ke bagian tengah.

Melalui unggahan media sosial resmi Kementerian PPPA, dirinya mengakui kekeliruannya dalam menanggapi kecelakaan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga: Diduga Eksploitasi Air, Desa Sumberbrantas Hentikan Aktivitas PT, Tuntut Transparansi

"Terkait pernyataan saya paskainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Arifah, Rabu (29/4).

Selain itu, Arifah juga menyatakan tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang, baik laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Minat KB Pria Naik, Pemkot Ajukan Tambahan Kuota Vasektomi

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," jelasnya.

Dalam keterangannya, Arifah menambahkan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memberikan penanganan kepada seluruh korban.

"Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka," jelas Arifah.

Baca Juga: 56.164 Pelaku Usaha di Kota Batu Sudah Pakai QRIS

Pernyataan Kontroversial

Sebelumnya, Arifah mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita agar dipindah ke bagian tengah rangkaian kereta.

Usulan itu disampaikannya pasca insiden yang menewaskan 16 orang yang semuanya adalah wanita itu terjadi pada Selasa malam (28/4).

“Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah setelah menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi.

Baca Juga: Pasar Sempit, Pertanian Organik di Kota Batu Masih Jalan di Tempat

"Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," katanya.

Usulannya itu memicu banyak tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya dari Direktur Utama (Dirut) Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin.

Baca Juga: Banyak Truk Kontainer Patahkan Dahan Pohon di Kota Batu, BPBD Imbau Hal Ini

"KAI menjamin keselamatan, bagi keselamatan tidak ada toleransi sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," ucap Bobby dalam konferensi persnya, Rabu (29/4).

Editor : Aditya Novrian
#Menteri PPPA #kecelakaan kereta #Bekasi Timur #kai