Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ledakan Populasi Kucing Tak Terkendali

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 26 April 2026 | 22:38 WIB
POPULASI MENINGKAT: Salah seorang warga memberi makan kucing beberapa hari lalu. RAYYAN SUGANGGA/FREELANCE RADAR MALANG
POPULASI MENINGKAT: Salah seorang warga memberi makan kucing beberapa hari lalu. RAYYAN SUGANGGA/FREELANCE RADAR MALANG

 

MALANG KOTA, RADAR BATU - Lonjakan populasi kucing liar yang tak terkendali di Kota Malang mendorong komunitas dan tenaga medis hewan memperkuat peran Posyandu Hewan sebagai solusi jangka panjang.

Fenomena kucing telantar semakin mudah dijumpai di permukiman. Banyak yang sakit, bahkan mati diduga akibat diracun. Kondisi ini memicu keresahan warga sekaligus menandai lemahnya pengendalian populasi.

Dokter hewan Pascara Fajar menilai penanganan tidak bisa bersifat reaktif. Diperlukan pendekatan sistematis dan berkelanjutan. “Pengendalian populasi harus dilakukan secara preventif dan konsisten,” ujarnya.

Menurut dia, sterilisasi menjadi kunci utama. Upaya ini harus dibarengi edukasi kepada pemilik hewan. Tanpa itu, siklus kelahiran akan terus berulang dan memperparah kondisi di lapangan.

Ia mendorong optimalisasi Posyandu Hewan sebagai basis layanan di tingkat komunitas. Melalui skema ini, kolaborasi antara klinik, relawan, dan warga bisa diperluas. “Layanan bisa lebih dekat dan terjangkau,” katanya.

Program tersebut dinilai efektif karena mampu menekan biaya. Relawan komunitas Hopeless Animal Lovers Anggraini Dwi Fitriana menyebut tarif sterilisasi di klinik bisa mencapai Rp500 ribu. “Di posyandu hewan, biayanya bisa turun hingga 60 persen,” ujarnya.

Skema ini membuka akses bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah untuk ikut berpartisipasi. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi jalan keluar paling realistis. Langkah ini sekaligus upaya mengurangi potensi kasus pembuangan dan kekerasan terhadap hewan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kucing #kucing liar