JUNREJO - Kebakaran melanda area peternakan ayam di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu sekitar pukul 03.50 kemarin (10/2). Peristiwa itu membuat pemilik usaha mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar. Sedikitnya 15 ribu ekor ayam mati terpanggang.
Peternakan milik Otto Sugianto yang berlokasi di kawasan Jalan Jalibar dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu setelah pemilik melihat kepulan asap hitam pekat dari area kandang. Tim gabungan pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 04.10.
Saat itu api telah membesar. Sebagian besar bangunan kandang telah terlalap si jago merah. Penggunaan bahan mudah terbakar di beberapa bagian kandang membuat api cepat merembet. Kepala Dinas Damkarmat Kota Batu Agung Sedayu mengaku mengerahkan 21 personel dari Regu Yudha dan Regu Brama untuk memadamkan api.
Strategi isolasi api diterapkan untuk mencegah kobaran merembet ke bangunan kandang lain di sekitar lokasi. “Fokus awal kami adalah melokalisasi api agar tidak menjalar ke kandang lainnya. Setelah itu dilanjutkan pembasahan menyeluruh dan pengecekan titik rawan untuk mencegah api menyala kembali,” ujar Agung.
Sebanyak tujuh armada pemadam diterjunkan. Rinciannya, Unit Gajah 2, 3, dan 4, unit suplai kuning dan putih, rescue, serta unit komando. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung lebih dari tiga jam dan dinyatakan tuntas pukul 07.20. Hasil investigasi awal menunjukkan, kebakaran disebabkan kegagalan teknis alat pemanas kandang.
Kebocoran gas pada sistem pemanas yang berada di bagian utara kandang diduga memicu percikan api yang kemudian membesar tanpa sempat dikendalikan. “Alat pemanas di kandang beroperasi selama 24 jam. Jika terjadi kebocoran gas atau gangguan teknis, risiko kebakaran sangat tinggi, apalagi dengan material kandang yang mudah terbakar,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Potensi kebakaran di peternakan dengan sistem pemanas otomatis cukup tinggi. Pengawasan dan perawatan instalasi harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Agung. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho