BUMIAJI – Hujan deras memicu longsor pada Minggu petang lalu (2/11) yang menyebabkan plengsengan nonteknis di Jalan Anjasmoro RT 01/RW 05, Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ambrol. Material longsor menutup badan jalan sehingga akses sempat terhambat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00, ketika intensitas hujan tinggi membuat tanah jenuh dan tidak mampu menahan beban. Plengsengan yang ambrol dilaporkan memiliki tinggi sekitar 12 meter, panjang sekitar 8 meter, dan menimbulkan timbunan material setebal 3 meter yang didominasi rumpun bambu.
Longsoran juga menutup saluran drainase setempat sehingga aliran air terganggu. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko mengaku menerima laporan malam itu juga dan langsung menyalurkan logistik darurat, seperti terpal dan karung. Dia menyebut risiko longsor susulan masih tinggi akibat hujan deras.
Itulah mengapa pembersihan material baru dilakukan pagi hari berikutnya setelah kondisi dinyatakan lebih aman. Tim gabungan BPBD, relawan, dan masyarakat setempat memulai pembersihan sekitar pukul 07.00, dibantu penyemprotan oleh Dinas Damkar menggunakan alat berat.
“Kami juga memasang safety line untuk mengamankan lokasi dan mengimbau warga tidak mendekat. Koordinasi dengan PUPR sedang berjalan untuk perbaikan saluran dan tanggul air,” ujar Suwoko.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Doddy Fatchurrahman melaporkan pembersihan berjalan lancar tanpa kendala berarti dan akses jalan dapat dilalui kembali, baik oleh kendaraan roda dua maupun empat pada siang harinya. “Estimasi pembersihan tuntas sekitar pukul 11.00,” tambah Doddy.
Catatan penting dari kejadian ini adalah rentannya plengsengan nonteknis terhadap cuaca ekstrem. Itu lantaran struktur yang dibuat tanpa perencanaan teknis yang tepat. Selain faktor curah hujan, kondisi vegetasi (rumpun bambu) dan drainase yang tersumbat memperparah kegagalan lereng.
Longsor di kawasan permukiman lereng seperti Tulungrejo menegaskan perlunya penataan ulang drainase, penguatan struktur penahan tanah, serta pengawasan pembangunan di zona rawan. Mitigasi jangka panjang seperti normalisasi saluran, perbaikan plengsengan teknis, dan edukasi warga perlu dipercepat sehingga risiko longsor susulan dapat diminimalkan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho