Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Fenomena MJO Picu Cuaca Ekstrem di Jawa Timur, Diperkirakan Bertahan Sampai Besok

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:18 WIB
DIGUYUR HUJAN: Kondisi Jalan Diponegoro, Kecamatan Batu diguyur hujan lebat pada Rabu sore lalu (20/8).
DIGUYUR HUJAN: Kondisi Jalan Diponegoro, Kecamatan Batu diguyur hujan lebat pada Rabu sore lalu (20/8).

BATU - Hujan deras yang turun setiap sore menjelang petang hingga malam hari tiga hari belakangan ini memicu tanda tanya masyarakat. Sebab, seharusnya saat ini masih kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malang menyampaikan itu terjadi lantaran adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

Fenomena itu membuat intensita hujan meningkat. Bahkan disertai angin kencang. Seperti yang terjadi di Kota Batu pada Rabu lalu (20/8). Peristiwa itu sampai menyebabkan 11 rumah di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji rusak serta  pohon tumbang.

Staf Prakirawan BMKG Stasiun Malang Andang Kurniawan mengatakan massa udara dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika bergerak menuju wilayah Indonesia. Itu membuat peningkatan potensi uap air.

Tak hanya di Kota Batu, fenomena itu mengancam seluruh daerah di wilayah Jawa Timur. Dia memprediksi fenomena itu akan berlangsung hingga besok (23/8). Andang menyebut, fenomena itu pertama kali terjadi tahun ini.

Sebab, fenomena yang sama berpotensi terjadi setiap tahun di bulan Agustus. Dirinya mengimbau masyarakat tetap waspada. “Terutama untuk anak-anak dan orang tua perlu lebih menjaga kesehatan,” paparnya.

Selain berpotensi mengancam kesehatan, cuaca ekstrem sangat mungkin memicu bencana alam. Seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Meski diprediksi akan berakhir besok, Andang menyampaikan potensi fenomena serupa terjadi lagi pada akhir bulan nanti.

Terpisah, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko menyebut fenomena ini sebagai kemarau basah. Cuaca tersebut tidak jarang menyebabkan perbedaan kelembaban udara.

"Perkiraan puncak kemarau terjadi Agustus ini. Hujan turun karena kondisi cuaca lembab,” katanya. Dengan kondisi itu, dirinya menyebut suhu di Kota Batu lebih dingin. Terutama pada malam hari. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#bmkg #hujan deras #cuaca ekstrem #stasiun malang