Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ratusan Orang Antre Tukar Uang Baru di Sisi Barat Alun-Alun Kota Wisata Batu

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 13 Maret 2025 | 19:20 WIB
BERHASIL TUKAR: Salah seorang warga menunjukkan uang baru yang ditukar melalui Mobil Kas Keliling Bank Indonesia (BI) Malang di Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (12/3).
BERHASIL TUKAR: Salah seorang warga menunjukkan uang baru yang ditukar melalui Mobil Kas Keliling Bank Indonesia (BI) Malang di Alun-Alun Kota Wisata Batu kemarin (12/3).

BATU - Antrean penukaran uang baru di sisi barat Alun-Alun Kota Wisata Batu mengular hingga sepuluh meter kemarin (12/3).

Ratusan orang rela menunggu berjam-jam agar bisa mendapatkan uang baru untuk bagi-bagi rezeki pada momen Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah nanti.

Mereka dilayani satu per satu di dua unit mobil Kas Keliling Bank Indonesia Malang.

Layanan penukaran uang mulai dibuka pukul 10.30-13.30.

Paket pecahan yang disediakan mulai Rp 2 ribu sebanyak 100 lembar, Rp 5 ribu sebanyak 200 lembar, Rp 10 ribu sebanyak 100 lembar, Rp 20 ribu sebanyak 25 lembar, dan Rp 50 ribu sebanyak 30 lembar.

Maksimal nominal tukarnya sebesar Rp 4,2 juta.

Penukar uang baru harus melakukan pendaftaran lebih dulu pada 9 Maret lalu melalui aplikasi Pintar.

Dalam aplikasi itu pendaftar akan menentukan nominal uang baru yang ditukar, lokasi, dan waktu penukaran.

Syaratnya, uang yang ditukar merupakan tunai.

Alias tidak bisa menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Petugas tidak melayani pendaftaran secara on the spot. Salah seorang penukar uang Anita Maulidya mengatakan proses pendaftaran tidak mudah.

Pasalnya, pendaftaran dibuka serentak di wilayah kerja (wilker) BI Malang.

Meliputi Malang Raya, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.

“Jadi saat dibuka kita harus cepet-cepetan sampai aplikasi juga sempat eror,” cerita dia.

Bahkan Anita harus menggunakan dua laptop sekaligus untuk mendapat kesempatan tersebut.

Karena system error terjadi cukup lama, dia mengaku baru bisa mendaftar pada pukul 11.00.

Beruntung kuotanya masih tersisa saat itu. Wanita asal Karangploso itu menukar uang sebesar Rp 4,2 juta.

Itu pun dia merasa masih kurang.

Sebagai contoh, pecahan Rp 20 ribu hanya dibatasi 25 lembar.

Padahal tahun lalu bisa dapat hingga 200 lembar.

Penukar lainnya, Novita juga mengaku hal yang sama.

Dirinya butuh waktu lama saat mengakses web Pintar untuk mendaftar penukaran uang baru.

“Kayaknya baru dua jam kemudian saya bisa daftar,” tuturnya.

Novi menukar semua paket pecahan, kecuali paket Rp 50 ribuan. Total nominal tukarnya sebanyak Rp 2,3 juta. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Ratusan #uang #alun-alun #antre #warga #panjang #wisata #Tukar #Sampai #kota #batu