Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pabrik Gula Merah Gondanglegi Malang Terbakar

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 19 Desember 2023 | 19:40 WIB
SULIT PADAM: Petugas Damkar Kabupaten Malang berusaha memadamkan api di gudang penyimpanan ampas tebu di Jalan Panglima Sudirman, Dusun Wates, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi kemarin.
SULIT PADAM: Petugas Damkar Kabupaten Malang berusaha memadamkan api di gudang penyimpanan ampas tebu di Jalan Panglima Sudirman, Dusun Wates, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi kemarin.

GONDANGLEGI - Asap tebal membubung dari bekas pabrik gula merah di Jalan Panglima Sudirman, Dusun Wates, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi kemarin siang (18/12).

Bukan karena sedang produksi, namun api membakar sebagian bangunan pabrik mini yang sudah dua tahun tak beroperasi tersebut.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari gudang ampas tebu.

Kebakaran terjadi pukul 13.30 WIB.

Sekitar pukul 15.00 WIB pasukan damkar sudah di lokasi dan berusaha memadamkan api dari tumpukan ampas tebu.

Bangunan dengan atap asbes itu diperkirakan memiliki dimensi lebih dari 10x 50 meter persegi.

Bagian atap bangunan ambruk karena kayu penyangganya ludes terbakar.

Sementara yang tersisa adalah tiang penyangga yang terbuat dari cor.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan, pihaknya menerjunkan empat unit mobil PMK.

“Kalau personelnya ada 15 orang,” katanya.

Petugas harus memadamkan api dengan ekstra sabar karena bara api masuk ke lapisan dalam tumpukan.

Meski dari luar sudah mati, apabila tertiup angin bisa berpotensi api menyala kembali.

Selain melakukan penyemprotan mereka juga mencongkel tumpukan guna memastikan api benar-benar padam.

Sementara itu, pemilik tempat produksi gula merah Didik Prasetyo mengaku bingung dari mana sumber api berasal.

”Sudah tak beroperasi selama sekitar dua tahun dan tak ada aktivitas di dalamnya,” terangnya.

Dia menghentikan produksi karena harga gula merah terlalu murah.

Sementara keberadaan ampas tebu tersebut sengaja dikumpulkan karena berfungsi sebagai bahan bakar produksi gula merah.

Untuk kerugian, Didik belum bisa memastikan.

”Untuk membuat tempat produksi gula merah ini dulu dananya di atas Rp 100 juta,” terangnya. (iza/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kebakaran #malang #gondanglegi