BATU, RADAR BATU – Kalangan pengusaha mendorong pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) atau hospitality center di Kota Batu. Lembaga tersebut diharapkan menjembatani kesenjangan antara keterampilan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan tuntutan industri.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan, kemampuan teknis lulusan SMK sebenarnya sudah cukup baik. Namun, sebagian lulusan belum terbiasa menghadapi tekanan, target, dan kedisiplinan di lingkungan kerja.
“Kalau lulusan SMK ini ditambahi program pelatihan di BLK selama enam bulan, gap-nya akan habis. Begitu masuk ke hotel, mereka sudah benar-benar siap dan paham tekanan kerja,” tuturnya.
Menurut Sujud, pelatihan tambahan tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan teknis. Peserta juga perlu dibiasakan menghadapi situasi kerja yang sebenarnya.
Materi pelatihan dapat mencakup standar pelayanan, ketepatan waktu, target pekerjaan, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam tim. Aspek mental dan karakter kerja juga harus menjadi bagian utama.
Sujud menilai, kemampuan teknis lulusan SMK bahkan tidak jarang mampu mengimbangi pekerja profesional. Dalam kompetisi making bed, misalnya, sejumlah siswa mampu menyelesaikan tugas dengan waktu yang hanya terpaut sedikit dari karyawan hotel.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak dan Kawinajang Padam, Perhutani Mulai Telusuri Penyebab - Radar Batu
Namun, keterampilan tersebut perlu diikuti kesiapan mental. Saat masih magang, kesalahan siswa masih dimaklumi sebagai proses belajar. Setelah menjadi karyawan, kesalahan dapat berpengaruh terhadap target dan operasional perusahaan.
Karena itu, sejumlah hotel memilih merekrut tenaga kerja melalui jalur praktik kerja lapang (PKL). Masa magang hingga enam bulan dimanfaatkan untuk menilai kedisiplinan, konsistensi, dan kemampuan siswa mengikuti ritme kerja.
Siswa yang menunjukkan karakter kerja baik berpeluang menjadi pekerja harian atau daily worker. Mereka juga dapat diprioritaskan untuk menjadi karyawan tetap.
Baca Juga: Produksi Anggrek di Kota Batu Tembus 807.950 Pot - Radar Batu
Di sisi pemerintah, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu Hartini menyebut telah tersedia pelatihan gratis bagi lulusan SMK dan pencari kerja.
“Pelatihan gratis dari alokasi dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diperuntukkan bagi para lulusan SMK dan pencari kerja, seperti pelatihan tata kecantikan, perhotelan, hingga barista,” ujarnya.
Disnaker juga memperluas jaringan dengan pengusaha agar informasi lowongan lebih cepat diterima pencari kerja. Pelatihan diharapkan tidak berhenti pada keterampilan umum, tetapi mengikuti kebutuhan tenaga kerja yang benar-benar tersedia.
Di tingkat sekolah, Bursa Kerja Khusus (BKK) menjadi wadah penghubung siswa dan lulusan dengan dunia kerja. Namun, penguatan BKK perlu dibarengi peningkatan kualitas pelatihan dan pemetaan kebutuhan industri.
Pengusaha menilai, keberhasilan pendidikan vokasi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan yang terserap. Pemerintah dan sekolah juga perlu memastikan lulusan mampu bertahan, berkembang, dan memenuhi standar kerja setelah diterima perusahaan.
Editor : Fajar Andre Setiawan