BATU, RADAR BATU - Sebanyak 12,14 persen anak usia 13-15 tahun di Kota Batu belum bersekolah sesuai jenjang usianya. Hal itu tercermin dari Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SMP atau sederajat yang baru mencapai 87,86 persen.
Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu Eka Cahyani menjelaskan, APM merupakan proporsi anak pada kelompok usia tertentu yang bersekolah sesuai jenjang pendidikan dengan usianya. “Sejak tahun 2009, pendidikan nonformal (paket A, paket B, dan paket C) juga ikut diperhitungkan,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan BPS, APM SMP atau sederajat di Kota Batu mencapai 87,86 persen. Artinya, dari setiap 100 anak usia 13-15 tahun, sekitar 88 anak bersekolah sesuai kelompok usianya. Sementara 12,14 persen lainnya belum mengikuti pendidikan pada jenjang tersebut.
Baca Juga: 190 Kasus TBC Terdeteksi di Batu hingga Juni 2026, Dinkes Kejar Eliminasi 2030 - Radar Batu
“Indikator tersebut hanya berupa persentase estimasi dengan metode survei,” imbuhnya. Eka menyebut, data APM diperoleh melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang digelar tiap tahun. Pada 2025, sampel Susenas di Kota Batu mencapai 750 kepala keluarga.
Dari rumah tangga sampel itu, BPS mendata seluruh anggota keluarga. Termasuk pendidikan yang sedang ditempuh masing-masing anggota rumah tangga. Angka tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS).
Baca Juga: UM-Jatim Park Group Perkuat Kerja Sama Pendidikan - Radar Batu
Sejumlah faktor dapat menyebabkan anak usia SMP tidak melanjutkan pendidikan. Di antaranya kendala ekonomi, rendahnya motivasi belajar, hingga memilih bekerja membantu perekonomian keluarga.
Karena itu, edukasi mengenai pentingnya pendidikan, literasi, dan keterampilan perlu terus diperkuat. Ruang belajar informal yang inklusif dan ramah remaja juga dapat menjadi alternatif untuk mendorong anak kembali belajar.
Editor : Fajar Andre Setiawan