Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sering Dianggap Kualitas Unggul, Perfeksionisme Pelajar Justru Picu Risiko Depresi

Salshabila Abidah Ardelia • Selasa, 30 Juni 2026 | 23:00 WIB
Studi Ungkap Sisi Negatif Multitasking: Picu Distraksi dan Risiko Kesalahan. (Pexels)
Studi Ungkap tingkat perfeksionisme di kalangan muda terus meningkat stabil selama 28 tahun terakhir. (Pexels)

BATU, RADAR BATU – Tuntutan prestasi akademik memicu peningkatan perfeksionisme di kalangan pelajar. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memicu stres, kecemasan, hingga penurunan kesejahteraan mental pelajar.

Meningkatnya Standar yang Tinggi

Pelajar kerap menerapkan standar tinggi demi meraih kualitas kinerja dan kesuksesan akademik yang maksimal. Penelitian psikologi bahkan melaporkan tingkat perfeksionisme di kalangan muda terus meningkat stabil selama 28 tahun terakhir. Tekanan lingkungan akademik dan ekspektasi diri memaksa pelajar tetap produktif meski kondisi fisik serta mental menurun.

Baca Juga: Media Sosial: Pengaruhnya terhadap Potensi Gangguan Stres dan Media Belajar Remaja

Dampak Mental

Perfeksionisme memiliki dua sisi yang memengaruhi psikologis pelajar. Orang dengan kekhawatiran perfeksionis tinggi cenderung merasa tidak berdaya dan kurang kendali, yang akhirnya menurunkan kinerja akademik. Tekanan dari ekspektasi diri dan orang lain ini memperburuk kesejahteraan mental mereka.

Studi menunjukkan pelajar perfeksionis mengalami tingkat kelelahan, kecemasan, depresi, hingga kebencian yang lebih tinggi. Hasrat berprestasi yang tidak pernah tercukupi berisiko merusak hubungan dengan diri sendiri. Ahli psikologi Curran menyebutkan, pengejaran standar tinggi ini mengasingkan pelajar dari diri sendiri dan orang lain hingga memicu kesepian.

Baca Juga: Bukan Cuma Belajar, Sarapan Bergizi Pengaruhi Konsentrasi Siswa di Sekolah

Pentingnya Pengelolaan Ekspektasi

Pengelolaan ekspektasi menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak negatif tersebut. Pelajar harus mulai menetapkan target realistis dan mengenali batas kemampuan diri secara bijak.

Lingkungan pendidikan juga wajib berbenah dengan menciptakan sistem belajar yang menghargai proses, bukan hanya berorientasi pada hasil. Perfeksionisme dapat menjadi pendorong prestasi jika dikelola secara tepat. Melalui pemahaman yang seimbang, pelajar mampu menjaga kualitas akademik tanpa harus mengorbankan kesehatan mental mereka.

Editor : Aditya Novrian
#prestasi akademik #perfeksionisme #mental health #siswa #pelajar