Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Media Sosial: Pengaruhnya terhadap Potensi Gangguan Stres dan Media Belajar Remaja

Salshabila Abidah Ardelia • Minggu, 28 Juni 2026 | 23:00 WIB
Studi Ungkap Sisi Negatif Multitasking: Picu Distraksi dan Risiko Kesalahan. (Pexels)
Riset Menunjukkan Durasi Media Sosial Berlebih Picu Penurunan Nilai Akademik Siswa. (Pexels)

BATU, RADAR BATU - Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Meski demikian, penggunaan platform digital ini membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan prestasi akademik mereka.

Pola Penggunaan Sosial Media

Menurut Pew Research Center, rata-rata remaja menghabiskan sekitar tiga jam sehari di media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp menjadi sarana utama bagi mereka untuk berkomunikasi serta berbagi informasi.

Baca Juga: 53 Ribu Warga Mampu Terima Subsidi BPJS Kesehatan Kota Batu, Dinkes Temukan Salah Sasaran

Di satu sisi, media sosial mendukung proses belajar siswa melalui akses materi edukasi dan diskusi kelompok. Media sosial juga membantu remaja membangun jaringan sosial dan mendapatkan dukungan emosional.

Sisi Negatif Media Sosial

American Psychological Association mencatat bahwa penggunaan berlebihan dapat menyebabkan gangguan perhatian dan stres. Konten negatif seperti cyberbullying juga berpotensi memengaruhi perilaku dan kesehatan mental remaja.

Dampak tersebut turut merembet ke ranah pendidikan. Penelitian dalam Journal of Adolescent Health menunjukkan hubungan antara lama penggunaan media sosial dan penurunan nilai akademik.

Baca Juga: Sering Pindah Fokus? Ini Alasan Multitasking Turunkan Efisiensi Kerja

Penggunaan media sosial tanpa pengaturan waktu yang baik dapat mengganggu konsentrasi. Kebiasaan ini juga mengurangi waktu belajar efektif siswa. Selain itu, kebiasaan multitasking selama belajar turut menurunkan kualitas pemahaman materi.

Pendampingan sebagai Solusi

Menyikapi fenomena ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendorong peningkatan literasi digital. Program ini bertujuan membekali remaja agar mampu mengelola penggunaan media sosial secara bijak.

Orang tua dan guru memegang peran penting dalam membimbing serta mengawasi remaja. Langkah ini memastikan media sosial menjadi alat yang mendukung, bukan menghambat, prestasi belajar.

Baca Juga: Panduan Praktis Pelajar Jaga Kesehatan Mental di Era Digital

Media sosial sejatinya menawarkan banyak manfaat bagi remaja jika digunakan secara seimbang. Mengelola waktu dan menyaring konten yang diakses akan membantu menjaga perilaku positif serta prestasi akademik tetap optimal. Oleh karena itu, kesadaran dan peran aktif semua pihak menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan tersebut.

Editor : Aditya Novrian
#akademik #gangguan cemas #gangguan stres #media sosial