BATU, RADAR BATU - Sebanyak 888 calon siswa di Kota Batu dipastikan harus melirik sekolah swasta pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP tahun ini. Langkah ini krusial mengingat daya tampung sembilan SMP Negeri di Kota Batu sangat terbatas dan tidak mampu menampung seluruh lulusan SD.
Kuota Negeri Minim, Peran Swasta Penting
Berdasarkan data Dapodik, terdapat 80 SD di Kota Batu yang meluluskan siswanya. Sebanyak 2.506 pelajar dari 78 sekolah tercatat telah mengikuti Tes Kompetensi Kompetensi (TKA) SD, sementara total kursi sembilan SMP Negeri hanya 1.618 kursi.
Baca Juga: Ribuan Calon Siswa Serbu Posko Validasi PIN SPMB Kota Batu
Selisih hampir 1.000 siswa ini menunjukkan bahwa sekolah swasta memegang peran penting dalam menjamin keberlangsungan pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan lebih besar kepada sekolah swasta, khususnya yang berbiaya terjangkau namun memerlukan peningkatan mutu.
Kesenjangan Mutu dan Kucuran BOSDA Miliaran
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Asmualik, menilai saat ini masih terdapat kesenjangan kualitas dan biaya di antara sekolah swasta. "Sekolah swasta bereputasi baik umumnya berbiaya tinggi, sementara yang terjangkau dipersepsikan memiliki mutu belum optimal," ujarnya. Ia mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lebih aktif melakukan pembinaan sekolah swasta.
Merespons kondisi tersebut, sebanyak 26 SMP swasta di Kota Batu kini menerima kucuran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai Rp1,5 miliar untuk termin enam bulan pertama. Suntikan dana ini dialokasikan untuk menambal kekurangan subsidi dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Deretan SMP Favorit di Kota Batu: Cetak Prestasi Gemilang di Bidang Akademik dan Nonakademik
Potensi Tambahan Anggaran di Termin Kedua
Dinas Pendidikan Kota Batu kini bersiap mengajukan tambahan alokasi dengan nominal serupa untuk termin enam bulan kedua sebelum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). "Berkaca dari tahun lalu, total serapan BOSDA SMP swasta berada di angka Rp2,3 miliar dan tahun ini potensinya jelas lebih besar," ungkap Alfi Nurhidayat, Kepala Disdik Kota Batu.
Melalui program pembinaan dan kucuran subsidi BOSDA yang tepat sasaran, pemerintah berharap dapat mengikis kesenjangan biaya serta mutu pendidikan. Sinergi finansial ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mewujudkan layanan pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh anak.
Editor : Aditya Novrian