BATU, RADAR BATU – Mahasiswa baru sering kali dihadapkan dengan berbagai istilah baru dalam dunia perkuliahan, termasuk IPK, IPS, dan transkrip nilai. Ketiganya sama-sama berkaitan dengan hasil belajar mahasiswa, tetapi memiliki fungsi dan pengertian yang berbeda.
Memahami perbedaan ketiga istilah tersebut penting karena sering digunakan dalam berbagai keperluan akademik, mulai dari evaluasi studi hingga syarat beasiswa dan melamar pekerjaan.
IPS dan IPK Sama-Sama Nilai Akademik, tetapi Fungsinya Berbeda
Dilansir dari laman UNAIR, IPS (Indeks Prestasi Semester) merupakan ukuran keberhasilan mahasiswa dalam menempuh mata kuliah selama satu semester. Nilai ini dihitung berdasarkan seluruh mata kuliah yang diambil pada semester tersebut.
Karena hanya mencakup satu semester, nilai IPS dapat berubah setiap periode perkuliahan. Mahasiswa yang memperoleh hasil kurang memuaskan masih memiliki kesempatan memperbaikinya pada semester berikutnya melalui peningkatan prestasi akademik maupun pengulangan mata kuliah tertentu sesuai aturan kampus.
Baca Juga: Tak Hanya Jadi Guru, Ini Prospek Kerja Lulusan Jurusan yang Berkaitan dengan Bahasa Inggris
Sementara itu, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) merupakan nilai yang dihitung sejak awal perkuliahan hingga semester terakhir yang telah ditempuh. Dengan kata lain, IPK adalah akumulasi dari seluruh IPS yang diperoleh mahasiswa selama masa studi.
Laman UNNES menjelaskan bahwa IPK menjadi indikator utama yang sering digunakan dalam berbagai seleksi, seperti pendaftaran beasiswa, pertukaran mahasiswa, hingga rekrutmen kerja. Oleh karena itu, banyak mahasiswa berupaya menjaga nilai akademiknya sejak semester pertama.
Transkrip Nilai Berisi Rekam Jejak Akademik Mahasiswa
Selain IPK dan IPS, mahasiswa juga perlu memahami fungsi transkrip nilai. Berbeda dengan IPK maupun IPS yang berupa angka indeks prestasi, transkrip nilai merupakan dokumen resmi yang memuat seluruh mata kuliah yang pernah ditempuh beserta nilai yang diperoleh.
Di dalam transkrip nilai biasanya tercantum nama mata kuliah, jumlah SKS, nilai huruf, hingga IPK yang diperoleh mahasiswa. Dokumen ini menjadi bukti perjalanan akademik seseorang selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Baca Juga: Bidang Magang yang Paling Banyak Dicari Perusahaan
Karena sifatnya yang lengkap dan resmi, transkrip nilai sering diminta ketika mahasiswa mengajukan beasiswa, mengikuti program magang, melamar pekerjaan, atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Penting Dipahami Sejak Awal Kuliah
Nilai IPS yang diperoleh setiap semester akan memengaruhi IPK secara keseluruhan. Semakin baik IPS yang diraih, semakin besar peluang mahasiswa mempertahankan atau meningkatkan IPK. Salah satu perbedaan mendasar antara keduanya adalah IPS hanya menggambarkan hasil belajar selama satu semester, sedangkan IPK mencerminkan performa akademik selama seluruh masa studi.
Editor : Aditya Novrian