BATU, RADAR BATU – Fenomena siswa sengaja menunda waktu tidur demi menikmati waktu santai mulai banyak terjadi di kalangan pelajar dan generasi muda. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah revenge bedtime procrastination, yaitu kondisi ketika seseorang memilih begadang untuk mencari hiburan atau me time setelah seharian dipenuhi aktivitas dan tuntutan sekolah.
Sekilas, kebiasaan ini terlihat sederhana karena siswa hanya ingin menikmati waktu luang. Namun, jika dilakukan terus-menerus, pola tidur yang berantakan dapat memengaruhi kesehatan fisik, konsentrasi belajar, hingga kondisi emosional pelajar.
Pelajar Sengaja Begadang demi Mencari Waktu Bebas
Dilansir dari laman Alodokter, revenge bedtime procrastination merupakan fenomena ketika seseorang menunda tidur demi mendapatkan waktu bersantai setelah menjalani hari yang melelahkan.
Pada pelajar, kondisi ini biasanya muncul setelah aktivitas sekolah yang padat, tugas menumpuk, les tambahan, hingga tekanan akademik yang membuat siswa merasa tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri di siang hari. Akibatnya, banyak siswa memilih tetap terjaga hingga larut malam untuk bermain media sosial, menonton video, bermain gim, mendengarkan musik, atau sekadar menikmati suasana tenang tanpa tuntutan sekolah.
Baca Juga: Fenomena “Social Hangover” pada Siswa, Simak Penjelasannya
Awalnya kebiasaan ini mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, penggunaan ponsel sebelum tidur sering membuat waktu istirahat terus tertunda tanpa disadari.
Tekanan Aktivitas dan Media Sosial Jadi Pemicu
Laman Halodoc menjelaskan bahwa fenomena ini muncul karena seseorang merasa kehilangan kendali atas waktunya di siang hari. Malam hari akhirnya menjadi satu-satunya waktu yang dianggap bebas dan bisa digunakan untuk melakukan hal yang disukai. Selain tekanan akademik, penggunaan gadget dan media sosial juga menjadi pemicu utama siswa sulit tidur tepat waktu. Banyak pelajar terus menggulir layar ponsel karena merasa aktivitas tersebut membantu mengurangi penat setelah belajar seharian.
Namun, kebiasaan ini justru membuat otak tetap aktif dan sulit beristirahat. Paparan cahaya dari layar gadget juga dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan mengatur pola tidur. Fenomena ini berbeda dengan insomnia karena siswa sebenarnya bisa tidur, tetapi memilih tetap terjaga demi menikmati waktu pribadi.
Dampaknya terhadap Kesehatan dan Aktivitas Belajar
Baca Juga: Apa Itu “Brain Dump”? Ini Penjelasan dan Dampaknya Terhadap Siswa
Kurang tidur akibat revenge bedtime procrastination dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, mengantuk saat pelajaran, sulit fokus, hingga menurunnya kemampuan berpikir dan mengingat materi.
Selain itu, siswa juga bisa menjadi lebih mudah marah, emosional, dan kehilangan motivasi belajar karena tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan begadang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti stres, kecemasan, penurunan daya tahan tubuh, hingga gangguan pola hidup sehari-hari.
Untuk mengurangi kebiasaan ini, siswa disarankan mulai membatasi penggunaan gadget sebelum tidur, memiliki jadwal tidur yang konsisten, serta menyediakan waktu istirahat atau hiburan singkat di siang hari agar tidak terus “membalas” waktu malam dengan begadang.
Editor : Aditya Novrian