Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Rp 1,5 M Bosda Meluncur ke Rekening SMP Swasta

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:42 WIB
DISASAR BOSDA: Beberapa siswa SMP Raden Patah, Kecamatan Bumiaji bersantai di koridor kelas beberapa waktu lalu.
DISASAR BOSDA: Beberapa siswa SMP Raden Patah, Kecamatan Bumiaji bersantai di koridor kelas beberapa waktu lalu.
 
BATU, RADAR BATU - Sebanyak 26 SMP swasta di Kota Batu mendapat kucuran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) senilai Rp1,5 miliar untuk termin enam bulan pertama tahun ini. Suntikan dana itu untuk menambal kekurangan subsidi dari pusat.

Dinas Pendidikan Kota Batu bersiap mengajukan tambahan alokasi dengan nominal serupa untuk termin enam bulan kedua, sebelum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) di-ketok. “Berkaca dari tahun lalu, total serapan BOSDA untuk SMP swasta berada di angka Rp 2,3 miliar. Tahun ini potensinya jelas lebih besar,” ujar Alfi Nurhidayat Kepala Disdik Kota Batu.

Distribusi dana ini masih mengadopsi asas proporsionalitas. Kuota pencairan berbanding lurus dengan populasi murid. Semakin gemuk jumlah siswa di suatu sekolah, kucuran dananya makin deras. Indeks perhitungannya dipatok baku, yakni Rp 30 ribu per siswa untuk setiap bulannya, yang dialokasikan penuh selama satu tahun ajaran.

Baca Juga: Wadahi Talenta Muda, 208 Kontingen SMP/MTs se-Kota Batu Unjuk Gigi di FLS3N

Penggunaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dikunci untuk pos belanja operasional mendesak. Misalnya listrik, air, internet, alat tulis, hingga perbaikan ringan fasilitas fisik sekolah. Perlakuan berbeda diterapkan pada sekolah negeri. Alih-alih mentransfer uang tunai, Disdik menyalurkan Bosda negeri dalam bentuk barang logistik.

Namun, baik skema tunai untuk swasta maupun barang untuk negeri, keduanya kini masih tertahan di meja pengajuan. Keterlambatan ini menjadi momok tahunan bagi pengelola pendidikan. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu Windra Rizkyana mengaku belum ada titik terang jadwal pencairannya.

Baca Juga: 35 Persen Lulusan SD di Kota Batu Tak Tertampung SMP Negeri, 2.519 Siswa Rebut 1.618 Kursi

Ia mengkritik tradisi birokrasi tahun lalu, di mana dana miliaran rupiah itu baru dicairkan satu kali pada penghujung tahun. “Tahun lalu sistemnya dirapel sekalian di akhir. Tentu operasional kami di tengah jalan jadi berat,” keluh Windra.

Pihak sekolah kini menuntut perbaikan tata kelola birokrasi pencairan. Mereka mendesak agar BOSDA tahun ini benar-benar ditransfer per semester sesuai draf pengajuan awal. Suntikan dana berkala dinilai jauh lebih krusial untuk menjaga ritme arus kas sekolah swasta yang kerap kembang kempis. (aff/dre)

Editor : A. Nugroho
#bosda #apbd #pak #mkks