Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Fenomena Multitasking di Kalangan Pelajar, Efektif atau Justru Mengganggu Konsentrasi?

Choirun Nisa • Rabu, 13 Mei 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi multitasaking di semua bidang dari hal yang perlu dilakukan (Sumber: Disway Malang)
Ilustrasi multitasaking di semua bidang dari hal yang perlu dilakukan (Sumber: Disway Malang)

BATU, RADAR BATU – Kebiasaan mengerjakan beberapa hal sekaligus semakin sering dilakukan pelajar di era digital. Mulai dari belajar sambil mendengarkan musik, mengerjakan tugas sambil membuka media sosial, hingga menonton video saat mengikuti kelas online menjadi aktivitas yang dianggap biasa.

Namun, di balik anggapan bahwa multitasking dapat menghemat waktu, sejumlah penelitian justru menunjukkan kebiasaan tersebut dapat mengganggu fokus dan menurunkan kualitas belajar siswa.

Multitasking Dinilai Membantu Efisiensi Waktu
Dilansir dari Halodoc, multitasking merupakan kemampuan mengerjakan beberapa aktivitas sekaligus dalam satu waktu. Banyak pelajar melakukan multitasking karena dianggap lebih praktis dan membantu menyelesaikan banyak pekerjaan dengan cepat.

Dalam beberapa kondisi, multitasking memang dinilai memiliki sisi positif. Misalnya, mendengarkan podcast edukatif saat perjalanan atau sambil melakukan aktivitas ringan dapat membantu memanfaatkan waktu lebih efektif.

Selain itu, multitasking juga disebut dapat memberikan stimulasi mental dan mengurangi rasa bosan ketika mengerjakan aktivitas yang monoton.

Tidak sedikit siswa merasa lebih nyaman belajar sambil mendengarkan musik atau membuka beberapa aplikasi sekaligus karena dianggap membuat suasana belajar lebih santai.

Terlalu Sering Multitasking Justru Bisa Menurunkan Fokus
Meski terlihat efisien, para ahli menyebut otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk fokus pada banyak tugas kompleks secara bersamaan.

Dilansir dari Alodokter, yang sering terjadi sebenarnya bukan benar-benar mengerjakan banyak hal sekaligus, melainkan berpindah fokus dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat atau task switching.

Kondisi tersebut membuat otak bekerja lebih keras sehingga konsentrasi menjadi mudah terganggu. Akibatnya, siswa justru membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas dan lebih rentan melakukan kesalahan.

Kebiasaan multitasking juga dinilai dapat mengganggu daya ingat dan proses pembelajaran. Ketika perhatian terbagi, informasi yang diterima menjadi lebih sulit dipahami maupun diingat dalam jangka panjang.

Baca Juga: Penyebab Insecure pada Siswa, Ini Cara Mengatasinya

Selain itu, terlalu sering multitasking dapat membuat siswa sulit berkonsentrasi pada satu aktivitas dalam waktu lama. Hal ini dikhawatirkan memengaruhi kemampuan belajar dan fokus di kelas.

Berisiko Memicu Stres dan Kelelahan Mental
Tidak hanya memengaruhi konsentrasi, multitasking juga dapat berdampak pada kesehatan mental pelajar.

Beberapa penelitian menunjukkan kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres, rasa cemas, dan kelelahan mental. Siswa yang terus berpindah fokus cenderung merasa lebih cepat lelah dan kewalahan.

Bahkan, multitasking yang dilakukan terus-menerus disebut dapat menurunkan kreativitas karena otak terlalu penuh menerima berbagai informasi dalam waktu bersamaan.

Kebiasaan menggunakan gadget sambil belajar juga dinilai membuat siswa lebih mudah terdistraksi oleh notifikasi media sosial maupun hiburan digital lainnya.

Pelajar Dianjurkan Fokus pada Satu Tugas dalam Satu Waktu
Untuk mengurangi dampak negatif multitasking, siswa dianjurkan mulai belajar fokus pada satu tugas terlebih dahulu sebelum berpindah ke aktivitas lain. Membuat daftar prioritas tugas dan jadwal belajar dinilai dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan.

Baca Juga: Konten Podcast Dapat Dimanfaatkan Pelajar untuk Menambah Pengetahuan di Luar Sekolah

Selain itu, pelajar juga disarankan membatasi gangguan seperti notifikasi media sosial saat belajar agar perhatian tidak mudah terpecah. Mengatur waktu istirahat secara teratur juga penting untuk menjaga fokus dan mencegah kelelahan mental akibat terlalu lama belajar.

Editor : Aditya Novrian
#konsentrasi #multitasking #edektif #mengganggu #pelajar