Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Mengapa Banyak Siswa Lebih Produktif Belajar pada Malam Hari?

Choirun Nisa • Minggu, 10 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi siswa belajar di malam hari (Sumber: Bobo.ID - Grid.ID)
Ilustrasi siswa belajar di malam hari (Sumber: Bobo.ID - Grid.ID)

BATU, RADAR BATU – Tidak sedikit siswa memilih belajar pada malam hari karena merasa suasana lebih tenang dan fokus dibanding siang hari. Kebiasaan ini kerap dianggap lebih efektif, terutama saat menghadapi ujian atau menyelesaikan tugas sekolah.

Namun, para ahli menilai efektivitas belajar malam tidak selalu sama pada setiap individu dan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Suasana Tenang Dinilai Membantu Konsentrasi
Dilansir dari laman Silasnum.id, banyak siswa merasa lebih nyaman belajar malam karena lingkungan cenderung lebih sepi dan minim gangguan. Aktivitas sosial maupun distraksi digital biasanya berkurang pada waktu tersebut sehingga membuat fokus belajar meningkat.

Selain itu, beberapa siswa memang memiliki kecenderungan lebih aktif pada malam hari atau dikenal dengan istilah night person. Kondisi ini berkaitan dengan chronotype, yaitu kecenderungan biologis seseorang dalam mengatur waktu tidur dan aktivitas harian.

Sementara itu, laman KlikDokter menyebutkan bahwa suasana malam yang lebih damai membuat sebagian orang lebih mudah berkonsentrasi. Minimnya suara, cahaya terang, maupun aktivitas sekitar membantu otak bekerja lebih fokus saat belajar.

Penurunan hormon kortisol atau hormon stres pada malam hari juga disebut membuat tubuh menjadi lebih rileks sehingga seseorang merasa lebih nyaman menyelesaikan pekerjaan atau belajar.

Belajar Malam Tetap Memiliki Risiko
Meski dianggap membantu fokus, belajar malam juga memiliki sejumlah risiko apabila dilakukan berlebihan. Silasnum.id menjelaskan bahwa belajar terlalu larut dapat menyebabkan kantuk, kelelahan, hingga menurunkan kualitas tidur.

Baca Juga: Menerapkan Kebiasaan Sarapan Sebelum Sekolah, Ini Dampak Pada Siswa

Kurang tidur dinilai berdampak pada kemampuan otak dalam menyimpan informasi dan mempertahankan konsentrasi. Jika tubuh terlalu lelah, materi yang dipelajari justru lebih sulit dipahami dan mudah dilupakan.

Selain itu, kebiasaan begadang secara terus-menerus juga dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.

KlikDokter juga menyebutkan bahwa tidak semua orang cocok belajar malam. Sebagian siswa justru lebih produktif pada pagi hari ketika kondisi otak masih segar setelah beristirahat.

Karena itu, efektivitas belajar dinilai tidak hanya ditentukan oleh waktu, tetapi juga kualitas belajar dan kecocokan dengan ritme tubuh masing-masing.

Konsistensi Belajar Dinilai Lebih Penting
Untuk menentukan waktu belajar terbaik, siswa dianjurkan mengenali kapan tubuh dan otak berada pada kondisi paling fokus. Evaluasi terhadap pola tidur, tingkat energi, dan kebiasaan sehari-hari dinilai membantu menemukan waktu belajar yang optimal.

Baca Juga: Kebiasaan Mendengarkan Musik saat Belajar, Kenali Dampaknya

Jika memilih belajar malam, siswa disarankan tetap menjaga waktu tidur yang cukup dan menghindari belajar hingga dini hari secara terus-menerus. Selain itu, penggunaan pencahayaan yang baik, membatasi penggunaan ponsel, dan memberi jeda istirahat saat belajar juga dinilai membantu menjaga konsentrasi.

Para ahli menilai konsistensi belajar jauh lebih penting dibanding sekadar memilih belajar pagi atau malam. Sebab, pemahaman materi dan kebiasaan belajar yang teratur tetap menjadi faktor utama dalam mendukung prestasi siswa.

 

Editor : Aditya Novrian
#produktif #belajar #siswa #malam hari