Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Siswa Cenderung Membandingkan Diri dengan Teman, Ini Dampak Psikologisnya

Choirun Nisa • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi siswa membaca buku diperpustakaan dengan siswa lain (Sumber: Masoem University)
Ilustrasi siswa membaca buku diperpustakaan dengan siswa lain (Sumber: Masoem University)

BATU, RADAR BATU – Kebiasaan membandingkan diri dengan teman masih kerap ditemukan di kalangan siswa, terutama di era digital saat ini. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi kepercayaan diri, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan kesejahteraan mental siswa.

Kebiasaan Membandingkan Diri Dipicu Lingkungan dan Media Sosial
Dilansir dari laman Ma’soem University, kebiasaan membandingkan diri sering muncul ketika siswa melihat pencapaian orang lain, khususnya melalui media sosial. Informasi yang ditampilkan biasanya hanya sisi terbaik, sehingga memicu perasaan minder dan anggapan bahwa diri sendiri tertinggal.

Sementara itu, Kompasiana menyebutkan bahwa tekanan ekspektasi dari lingkungan, seperti orang tua, guru, dan teman sebaya, turut mendorong siswa untuk terus membandingkan diri. Siswa merasa harus memiliki nilai tinggi, aktif di berbagai kegiatan, serta terlihat unggul di hadapan orang lain.

Baca Juga: Kurangnya Manajemen Waktu Ditemui pada Siswa, Ini Dampaknya pada Prestasi

Dalam kajian psikologi, fenomena ini dikenal sebagai social comparison, yaitu kecenderungan seseorang menilai dirinya dengan membandingkan dengan orang lain. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat siswa merasa tidak cukup baik.

Dampak Terlihat pada Kepercayaan Diri dan Kesehatan Mental
Kebiasaan membandingkan diri dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti perasaan tidak berharga, kehilangan fokus pada tujuan pribadi, hingga munculnya rasa iri yang tidak sehat. Siswa juga rentan mengalami stres karena merasa harus selalu setara atau lebih baik dari orang lain.

Selain itu, kondisi ini dapat membuat siswa sulit menghargai proses dirinya sendiri. Mereka lebih fokus pada hasil orang lain daripada perkembangan pribadi, sehingga motivasi belajar menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang, tekanan ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan menurunkan kesejahteraan emosional siswa.

Baca Juga: Siswa Mudah Terdistraksi di Kelas, Ini Faktor dan Cara Mengatasinya

Tidak jarang, siswa juga menjadi takut gagal atau enggan mencoba hal baru karena khawatir tidak mampu menyamai pencapaian teman-temannya.

Pendekatan Positif Diperlukan untuk Mengurangi Dampak
Untuk mengatasi kebiasaan ini, siswa perlu diarahkan untuk lebih fokus pada perkembangan diri sendiri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membatasi penggunaan media sosial yang memicu perasaan rendah diri serta mulai membangun rasa syukur terhadap pencapaian pribadi, sekecil apa pun.

Selain itu, penting bagi siswa untuk memahami bahwa setiap individu memiliki proses dan kemampuan yang berbeda. Lingkungan yang suportif, baik di sekolah maupun di rumah, juga berperan dalam membantu siswa membangun kepercayaan diri yang sehat. Peran guru dan orang tua menjadi kunci dalam memberikan pemahaman bahwa kesuksesan tidak harus diukur dari perbandingan dengan orang lain.

Editor : Aditya Novrian
#membandingkan #siswa #dampak #psikologis #teman