Kebiasaan Menunda Tugas Ditemui di Kalangan Siswa, Ini Upaya Penanganan yang Perlu Dilakukan

Choirun Nisa • Dipublikasikan Rabu, 6 Mei 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi siswa yang menunda tugasnya hingga mepet deadline (sumber: Unesa)
Ilustrasi siswa yang menunda tugasnya hingga mepet deadline (sumber: Unesa)

BATU, RADAR BATU – Kebiasaan menunda tugas atau prokrastinasi masih banyak ditemukan di kalangan siswa dan menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada hasil akademik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental siswa, terutama saat tenggat waktu semakin dekat.

Prokrastinasi Dipicu Faktor Psikologis dan Lingkungan

Dilansir dari laman Ma’soem University, prokrastinasi merupakan kebiasaan menunda pekerjaan penting yang sering dipicu oleh berbagai faktor, seperti tugas yang dianggap terlalu sulit, kurangnya motivasi, manajemen waktu yang buruk, hingga distraksi dari media sosial. Selain itu, sikap perfeksionisme juga membuat siswa ragu untuk memulai karena takut hasilnya tidak maksimal.

Sementara itu, HelloSehat menyebutkan bahwa kebiasaan menunda juga dapat menjadi cara seseorang menghindari stres. Siswa cenderung mengabaikan tugas yang dianggap tidak menarik atau terasa berat, dan baru mengerjakannya saat mendekati batas waktu.

Baca Juga: Belajar Tidak Hanya Soal Materi, Kondisi Emosional Siswa Turut Berperan

Dampak Terlihat pada Kualitas Belajar dan Kesehatan

Kebiasaan ini memberikan dampak nyata, seperti meningkatnya stres, terganggunya pola tidur, serta menurunnya kualitas pekerjaan. Tugas yang dikerjakan secara terburu-buru cenderung tidak maksimal, sehingga berpengaruh pada prestasi akademik.

Jika terus dibiarkan, prokrastinasi juga dapat menurunkan motivasi belajar dan membuat siswa kesulitan mengelola tanggung jawabnya secara mandiri.

Strategi Penanganan Perlu Dilakukan Sejak Dini

Baca Juga: Memikirkan Banyak Hal Sebelum Bertindak Ditemui pada Siswa

Untuk mengatasi kebiasaan ini, diperlukan langkah yang terstruktur. Siswa dapat memulai dari tugas kecil agar tidak merasa terbebani, menyusun jadwal belajar yang teratur, serta mengurangi distraksi selama belajar. Menetapkan target harian dan menggunakan teknik fokus seperti metode pomodoro juga dinilai efektif.

Peran orang tua dan guru turut penting dalam mendampingi siswa. Pendekatan seperti membagi tugas menjadi bagian kecil, membantu memahami materi yang sulit, hingga mengajarkan prioritas pekerjaan dapat membantu siswa lebih terarah. Selain itu, penerapan aturan dan konsekuensi juga dapat melatih kedisiplinan.

Editor : Aditya Novrian
penanganan upaya menundatugas siswa