Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memikirkan Banyak Hal Sebelum Bertindak Ditemui pada Siswa

C
Penulis: Choirun Nisa❯
Ilustrasi ketika overthinking menyerang (sumber: Universitas Gadjah Mada)
Ilustrasi ketika overthinking menyerang (sumber: Universitas Gadjah Mada)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Kecenderungan memikirkan banyak hal sebelum bertindak atau dikenal sebagai overthinking semakin sering ditemui di kalangan siswa. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan sosial, serta paparan informasi digital yang terus berkembang di kehidupan remaja.

Kecenderungan Overthinking pada Siswa

Dalam keseharian, banyak siswa mengaku sering memikirkan kembali ucapan, keputusan, hingga respons dari lingkungan sekitar. Pikiran seperti kekhawatiran akan kesalahan, takut gagal, atau takut tidak diterima menjadi hal yang umum dirasakan.

Advertisement

Berdasarkan laman Kementerian Agama Kota Yogyakarta, kondisi ini dikenal sebagai rumination, yaitu kecenderungan berpikir berulang. Dalam batas tertentu, hal ini masih tergolong wajar karena membantu siswa melakukan evaluasi diri dan belajar dari pengalaman.

Dipicu Tekanan Akademik dan Sosial

Advertisement

Fenomena overthinking tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhi kehidupan siswa. Laman Binus University menyebutkan bahwa tekanan akademik, pergaulan, serta tuntutan untuk tampil sempurna menjadi pemicu utama.

Selain itu, media sosial juga berperan dalam membentuk perbandingan tidak sehat. Siswa cenderung membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih berhasil, sehingga memunculkan kecemasan dan keraguan terhadap kemampuan diri.

Dampaknya, siswa dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, menjadi ragu dalam mengambil keputusan, hingga lebih sensitif dalam interaksi sosial.

Upaya Mengelola Pola Pikir

Meski demikian, overthinking tidak selalu berdampak negatif jika dapat dikelola dengan baik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membedakan antara fakta dan asumsi, membatasi waktu untuk berpikir, serta menuliskan kekhawatiran agar lebih terstruktur.

Advertisement

Artikel Terkait

“Random Sadness” pada Siswa, Ini Upaya untuk Menghentikannya

“Random Sadness” pada Siswa, Ini Upaya untuk Menghentikannya

Sebagian pelajar pernah tiba-tiba merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Padahal, tidak sedang mengalami masalah besar

Sulit Fokus Ketika Melakukan Kegiatan Harian, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Sulit Fokus Ketika Melakukan Kegiatan Harian, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Sulit fokus dapat membuat pekerjaan terasa lebih berat, menurunkan produktivitas, hingga memicu stres karena tugas tidak kunjung selesai.

Mengelola Emosional Siswa, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Mengelola Emosional Siswa, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki siswa, terutama pada masa perkembangan remaja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer