Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Fenomena FOMO Positif di Kalangan Siswa dan Bentuk yang Ditemui

Choirun Nisa • Senin, 4 Mei 2026 | 14:51 WIB
fenomena fomo melalui berbagai bentuk (sumber: Binus University)
fenomena fomo melalui berbagai bentuk (sumber: Binus University)

BATU, RADAR BATU – Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal tren dan pengalaman tertentu kini tidak hanya dipahami sebagai tekanan sosial, tetapi juga mulai terlihat dalam bentuk yang lebih positif di kalangan siswa. FOMO positif ini muncul ketika siswa terdorong untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas yang bersifat membangun dan bermanfaat.

Berdasarkan informasi dari laman Sampoerna Academy, FOMO merupakan perasaan cemas atau khawatir ketika seseorang merasa tertinggal dari pengalaman menarik yang dilakukan orang lain. Pada remaja, kondisi ini erat kaitannya dengan kebutuhan akan penerimaan sosial serta pencarian identitas diri di lingkungan sebaya. Pengaruh media sosial turut memperkuat munculnya FOMO karena siswa sering melihat aktivitas teman yang tampak menarik.

Baca Juga: Siswa Menghadapi Tekanan Akademik, Ini Upaya Penanganannya

Dalam konteks positif, FOMO dapat mendorong siswa untuk lebih aktif secara sosial. Salah satu bentuknya adalah meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Siswa terdorong untuk ikut serta agar tidak merasa tertinggal dari teman sebayanya.

Selain itu, FOMO juga dapat menjadi pemicu untuk mencoba hal baru. Siswa menjadi lebih terbuka terhadap berbagai pengalaman, yang kemudian dapat membantu mereka menemukan minat dan bakat baru. Dalam beberapa kasus, dorongan ini juga berkaitan dengan peningkatan motivasi untuk belajar dan mengikuti kegiatan pengembangan diri.

Baca Juga: Belajar Terus, Pemahaman Belum Maksimal? Siswa Perlu Kenali Gaya Belajarnya

Fenomena lainnya adalah meningkatnya interaksi sosial di kalangan siswa. Keinginan untuk tetap terhubung dengan lingkungan pertemanan membuat siswa lebih aktif menjalin komunikasi dan membangun relasi sosial yang lebih luas.

Meski demikian, FOMO tetap perlu dikelola dengan bijak. Jika tidak terkontrol, kondisi ini dapat berkembang menjadi tekanan yang berdampak pada kesehatan mental. Oleh karena itu, keseimbangan antara kebutuhan sosial dan kenyamanan pribadi menjadi penting dalam menyikapi fenomena ini.

Baca Juga: Burnout Jadi Ancaman Nyata bagi Siswa, Ini Cara Mengatasinya

Editor : Aditya Novrian
#bentuk #positif #manfaat #siswa #fomo