Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

TKA 2026 di Kota Batu Gunakan Skema Khusus untuk Wilayah Blank Spot

Choirun Nisa • Senin, 27 April 2026 | 20:00 WIB
Pelaksanaan TKA SMPN 1 Karang Ploso (Sumber: bbgtkjatim.kemendikdasmen.go.id)
Pelaksanaan TKA SMPN 1 Karang Ploso (Sumber: bbgtkjatim.kemendikdasmen.go.id)

BATU, RADAR BATU – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Kota Batu berlangsung dengan penyesuaian khusus diakibatkan oleh kondisi geografis wilayah yang tidak sepenuhnya terjangkau jaringan internet. Ujian berbasis digital tersebut tetap digelar dengan skema alternatif guna menjamin seluruh siswa dapat mengikuti proses pelaksanaan secara merata.

Dinas Pendidikan Kota Batu mencatat, pelaksanaan TKA tahun ini diikuti oleh 2.506 siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan lereng pegunungan dengan keterbatasan sinyal. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebanyak 12 SD ditetapkan menggunakan sistem semi-online, terutama di daerah seperti Sumberbrantas dan Cangar yang masuk kategori blank spot.

Baca Juga: Pemkot Batu Dorong Penambahan Sekolah Berbasis Agama

Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Batu, Daud Andoko, menerangkan bahwa penerapan metode semi-online dipilih sebagai langkah teknis untuk memastikan pelaksanaan ujian tetap berlangsung lancar meskipun dihadapkan pada keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah. Melalui skema ini, proses pengerjaan soal oleh siswa tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi secara langsung, melainkan memanfaatkan server lokal yang tersedia di masing-masing sekolah

Jawaban yang telah dikerjakan akan tersimpan terlebih dahulu dalam sistem tersebut, kemudian baru dikirimkan ke server pusat setelah kondisi jaringan dinilai stabil dan memungkinkan. Dengan mekanisme ini, potensi gangguan akibat sinyal yang tidak menentu dapat diminimalkan, sehingga siswa tetap dapat mengikuti ujian dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terputusnya akses selama proses berlangsung.

Baca Juga: Studi Tour Kampus bagi Siswa SMA Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Perannya bagi Masa Depan

Ia menambahkan, skema semi-online berbeda dengan sistem daring penuh yang membutuhkan koneksi stabil secara terus-menerus. Dengan pendekatan ini, siswa tetap dapat mengerjakan soal secara digital tanpa terganggu kondisi internet yang fluktuatif.

Sebelum ujian dimulai, sekolah-sekolah yang menerapkan sistem tersebut telah melakukan persiapan teknis, termasuk instalasi perangkat lunak serta sinkronisasi data dengan server pusat.

Melalui penerapan skema ini, Dinas Pendidikan Kota Batu berupaya memastikan bahwa seluruh siswa, tanpa terkecuali, tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti ujian, meskipun berada di tengah keterbatasan infrastruktur digital.

Baca Juga: Serapan Produk Lokal untuk MBG di Kota Batu Masih Minim  

Editor : Aditya Novrian
#ajaran 2026 #kota batu banjir bandang #asesmen #tka #akademisi