BATU, RADAR BATU – Kegiatan studi tour kampus yang kerap diikuti siswa SMA sering kali dianggap sekadar kunjungan biasa. Padahal, di balik aktivitas tersebut, tersimpan peran penting dalam membantu siswa merancang masa depan pendidikan mereka secara lebih terarah.
Dikutip dari laman resmi SMAN 2 Sidoarjo, Kunjungan kampus atau campus visit menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dunia perkuliahan secara langsung, mulai dari suasana belajar, fasilitas, hingga budaya akademik di perguruan tinggi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga mendorong munculnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca Juga: Waspada! Cyberbullying Sangat Dekat, Ini Cara Cerdas Orang Tua Mendidik Anak Agar Aman di Dunia Maya
Melalui interaksi dengan mahasiswa aktif, siswa dapat memperoleh gambaran nyata tentang kehidupan kampus, termasuk tantangan dan peluang yang akan dihadapi. Selain itu, informasi terkait program studi, jalur masuk, hingga peluang beasiswa juga menjadi bekal penting dalam proses pengambilan keputusan.
Laman resmi SMAN 5 Malang juga menyebutkan bahwa berbeda dari sekadar wisata, studi tour kampus juga dirancang sebagai bagian dari perencanaan karier. Kunjungan ini memungkinkan siswa mengevaluasi kesesuaian antara minat, bakat, dan pilihan program studi yang tersedia di perguruan tinggi. Bahkan, beberapa sekolah mengemas kegiatan ini dalam bentuk seminar, diskusi, hingga eksplorasi fakultas secara langsung.
Baca Juga: MA Bilingual Resmi Berubah Menjadi MAN 2 Kota Batu
Kegiatan semacam ini juga mempertemukan berbagai elemen pendidikan, mulai dari siswa, guru, hingga pihak kampus, dalam satu ruang pembelajaran yang lebih luas. Hal ini menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Dengan demikian, studi tour kampus tidak lagi bisa dipandang sebagai agenda pelengkap. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan penting bagi siswa SMA dalam menyusun langkah awal menuju masa depan yang lebih matang dan terencana.
Baca Juga: Perundungan Bukan Bercanda, Saatnya Sekolah Jadi Ruang Aman untuk Generasi Bangsa
Editor : Aditya Novrian