BATU, RADAR BATU - Draf skema Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Batu mulai mengerucut. Selain memasukkan Tes Kemampuan Akademik (TKA), pembagian kuota jalur dan komposisi penilaian juga telah disusun rinci.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyebut terdapat empat jalur utama dalam SPMB, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
“Komposisinya masih sama, tetapi diperkuat pada mekanisme penilaian,” ujarnya.
Baca Juga: Kabar Gembira, Dua Kelompok Peternak di Kota Batu Dapat Bantuan 10 Anakan Sapi
Untuk kuota, jalur domisili menjadi yang terbesar dengan minimal 40 persen. Jalur afirmasi sebesar 20 persen, mutasi maksimal 5 persen, dan sisanya sekitar 35 persen untuk jalur prestasi.
Sementara itu, pada jalur prestasi, penilaian disusun dengan beberapa komponen. TKA menjadi variabel terbesar dengan bobot 35 persen.
Baca Juga: TKA SD di Kota Batu Digelar 4 Gelombang, 4 Sekolah Menumpang
Kemudian disusul nilai rapor lima semester sebesar 15 persen, peringkat kelas 20 persen, dan Skor Prestasi Akademik (SPA) 20 persen.
Komponen tambahan berupa Skor Pilihan Sekolah (SPS) sebesar 10 persen juga diperkenalkan.
Wakil Ketua MKKS, Budi Prasetyo, menjelaskan sistem ini memberi nilai lebih bagi pilihan sekolah utama.
Baca Juga: Pemkot Batu Fasilitasi Calon Jemaah Haji dengan Tujuh Bus ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya
“Pilihan pertama mendapat skor 100, sedangkan pilihan kedua hanya 50,” ujarnya.
Rangkaian SPMB dijadwalkan dimulai pada 18 Mei melalui jalur afirmasi dan berakhir 23 Juni lewat jalur domisili. Saat ini, draf teknis masih menunggu pengesahan melalui peraturan wali kota.
Dengan skema ini, seleksi diharapkan lebih transparan sekaligus mampu menjaring siswa sesuai kemampuan akademik dan prestasi.
Editor : Fajar Andre Setiawan