Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TKA SD di Kota Batu Digelar 4 Gelombang, 4 Sekolah Menumpang

R
UJI KOMPETENSI: Sejumlah siswa mengikuti TKA gelombang satu di SDN Ngaglik 2 kemarin (20/4). RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
UJI KOMPETENSI: Sejumlah siswa mengikuti TKA gelombang satu di SDN Ngaglik 2 kemarin (20/4). RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

Advertisement

 

BATU, RADAR BATU - Keterbatasan sarana ujian berbasis digital membuat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD di Kota Batu digelar bertahap dalam empat gelombang mulai kemarin (20/4) hingga 30 April mendatang. Sebanyak 2.506 siswa mengikuti ujian yang dilaksanakan secara online. Skema pembagian gelombang diterapkan untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan fasilitas yang tersedia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan langkah tersebut merupakan solusi teknis atas keterbatasan perangkat di sejumlah sekolah. Tujuannya agar pelaksanaan TKA tetap berjalan lancar dan persiapan lebih matang.

Ia menyebut, terdapat empat sekolah yang tidak dapat menyelenggarakan ujian secara mandiri. Di antaranya SDN Temas 01 menumpang di SMPN 3 Batu, SDN Bumiaji 01 dan SDN Pandanrejo 01 menumpang di SMP PGRI 02, dan SD Islam Al-Huda menumpang di SMP Darush Sholihin.

Pembagian gelombang dilakukan berdasarkan kesiapan sarana. Gelombang pertama digelar 20-21 April diikuti 19 sekolah. Gelombang kedua 22-23 April sebanyak 27 sekolah. Gelombang ketiga 27-28 April diikuti 17 sekolah. Gelombang keempat 29-30 April diikuti 10 sekolah.

Beberapa sekolah harus membagi peserta dalam lebih dari satu gelombang. Tercatat lima sekolah menjalankan ujian hingga dua atau tiga gelombang. “Itu dilakukan untuk menyesuaikan jumlah perangkat yang tersedia di masing-masing sekolah,” kata Alfi.

Untuk pengawasan, Disdik menyiapkan 82 proktor dan 88 pengawas. Mereka bertugas memastikan ujian berjalan sesuai prosedur dan meminimalkan potensi kecurangan. Di lapangan, pelaksanaan hari pertama berjalan relatif lancar.

Kepala SDN Ngaglik 2 Mustain mengatakan pihaknya memilih mengikuti gelombang pertama pada sesi kedua pukul 09.00. “Sebenarnya bisa sesi pertama pukul 07.00, tapi kami hindari risiko siswa terlambat atau kendala sistem,” ujarnya.

Ia menyebut persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Sekolah memastikan perangkat komputer dalam kondisi baik dan koneksi internet stabil. “TKA ini berbasis online, jadi kesiapan teknis jadi kunci,” katanya.

Mustain optimistis pelaksanaan TKA berjalan lancar hingga akhir. Siswa juga telah dibekali materi dan kisi-kisi ujian sebelumnya. “Harapannya hasilnya maksimal, karena ini menjadi salah satu penilaian untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya. 

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Persaingan PTN Ketat, Bimbel di Kota Batu Kebanjiran Peserta Didik Baru

Persaingan PTN Ketat, Bimbel di Kota Batu Kebanjiran Peserta Didik Baru

Jadwal TKA maju Oktober, pendaftaran bimbel di Batu melonjak. GO dan Neutron catat 439 siswa baru demi persiapan lulus seleksi PTN.

Persaingan PTN Ketat, Bimbel Kebanjiran Siswa

Persaingan PTN Ketat, Bimbel Kebanjiran Siswa

Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mendorong minat siswa Kota Batu mengikuti bimbingan belajar (bimbel) meningkat. Menjelang

Hambatan Jaringan Paksa 300 Siswa di Kota Batu Ujian Susulan

Hambatan Jaringan Paksa 300 Siswa di Kota Batu Ujian Susulan

Sebanyak 300 siswa SD-SMP di Kota Batu jalani TKA susulan akibat kendala jaringan dan gagal memenuhi ambang pengerjaan soal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer