BATU - Akses literasi yang selama ini terbatas mulai diperluas. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan membuka layanan perpustakaan hingga hari Sabtu mulai April ini. Kebijakan ini menjadi respons atas keluhan masyarakat, terutama pelajar yang kesulitan mengakses perpustakaan pada hari kerja.
Selama ini, layanan hanya buka hingga pukul 16.00. Kondisi itu dinilai tidak ideal. Banyak pelajar baru memiliki waktu luang setelah pulang sekolah, sekitar pukul 14.00-15.00. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Abdul Rais mengakui keterbatasan tersebut. Menurutnya, layanan literasi harus menyesuaikan pola aktivitas masyarakat.
BACA JUGA Laju Pertumbuhan Ekonomi Anjlok Drastis, Dulu Masuk 10 Besar Tertinggi, Kini 6 Besar Terendah
“Anak-anak justru punya waktu di hari libur. Karena itu, kami mulai buka layanan di hari Sabtu,” ujarnya. Kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan bulan ini. Surat keputusan sudah disiapkan. Namun, implementasi masih menunggu penyesuaian teknis.
Salah satu kendala ada pada sistem absensi digital. Penambahan hari layanan membutuhkan pengaturan ulang jadwal dan rotasi pegawai. “Masih menunggu penyesuaian aplikasi presensi dari BKPSDM,” katanya.
BACA JUGA Guru PAI di Kota Batu Menipis, Regenerasi Tersendat Aturan ASN
Selain layanan Sabtu, wacana membuka perpustakaan hingga malam sempat muncul. Jam operasional direncanakan hingga pukul 20.00. Namun, rencana itu ditunda. Keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama.
BACA JUGA Dewan Minta Cek Rutin Kondisi Bianglala Alun-Alun Kota Wisata Batu
“Masih kami kaji agar tidak membebani pegawai dan layanan tetap optimal,” jelasnya. Perluasan layanan ini akan mencakup seluruh titik. Mulai perpustakaan daerah di Jalan Kartini hingga Taman Baca Masyarakat (TBM) di kawasan Taman Hutan Bondas.
Editor : Fajar Andre Setiawan