BATU - SDN Junrejo 01 (Junsa) terus memantapkan diri sebagai sekolah dasar yang adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Sepanjang 2025, sekolah ini menggulirkan serangkaian inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, dan membangun ekosistem sekolah yang literat dan hijau.
Program unggulan yang terus dikembangkan yakni Gerakan Literasi Junsa (Gerlisa). Program ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca sejak dini sekaligus mendorong kreativitas murid dalam mengelola sumber bacaan. Implementasinya tidak sebatas pojok baca di setiap kelas, tapi juga menghadirkan kantin baca, musala baca, teras baca, hingga gazebo baca.
Literasi ditempatkan sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan tambahan. Pada 2025, Gerlisa diperkuat melalui inovasi Siap Aksi Sirkulasi Buku (Saksirku). Melalui sistem sirkulasi buku antarkelas dan perpustakaan “Lentera Junsa”, murid diajak rutin menukar buku bacaan untuk memperluas referensi dan imajinasi.
Sekolah juga menyiapkan piala bergilir bagi kelas paling literat sebagai bentuk apresiasi.
“Perpustakaan Lentera Junsa kami desain sebagai pusat aktivitas literasi, bukan hanya tempat menyimpan buku,” ujar Firdiani Yuliana SPsi SPd, Koordinator Inovasi Saksirku.
Selain literasi, Junsa juga mengembangkan inovasi Hijaukan Lingkungan Sekolah Kita (Hilling Sekota). Program ini berangkat dari kesadaran akan isu lingkungan global, kualitas udara, hingga pentingnya pendidikan karakter berbasis kepedulian ekologis.
Plt Kepala SDN Junrejo 01, Indah Ismawati SAg, menegaskan praktik ini bukan sekadar kegiatan lingkungan, tetapi pembelajaran berbasis pengalaman. “Kami ingin siswa memahami bahwa limbah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Selanjutnya, penguatan karakter juga menjadi fokus melalui inovasi Buku Pantauan Ibadah (Bupati). Program ini dirancang untuk menjembatani pemantauan pembiasaan ibadah antara sekolah dan rumah, sekaligus menanamkan tanggung jawab spiritual sejak dini. (dre)
Editor : A. Nugroho