BATU - Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu perlu adaptasi ekstra dengan lingkungan baru. Terutama agar terbiasa hidup mandiri dan tidak ketergantungan dengan orang tua. Itulah mengapa mereka hanya boleh dibesuk satu bulan sekali. Sebelumnya, kunjungan dijadwalkan setiap seminggu sekali.
Perubahan jadwal kunjungan itu merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu hanya mengikuti arahan tersebut dengan menerapkan perubahan serupa. Kepala SRMP 14 Kota Batu Yulianah menyampaikan alasan perubahan aturan kunjungan itu karena sejumlah pertimbangan.
Di antaranya ada siswa yang berasal dari luar kota. Bukan hanya dari Kabupaten Malang bagian barat. Namun, ada juga siswa dari Kabupaten Kediri yang baru saja diterima beberapa hari lalu. Sehingga, jadwal kunjungan seminggu sekali akan membuat keluarga terbebani. Khususnya jika sang anak meminta untuk dibesuk rutin seminggu sekali.
“Sehingga, kami jadwalkan kunjungan antara pertengahan dan akhir bulan saja,” ungkapnya. Jadwal itu akan diumumkan berkala di grup wali siswa. Sehingga, mereka bisa bersiap untuk melakukan kunjungan sesuai jadwal yang diberikan pihak sekolah. Kendati begitu, waktu kunjungan bisa diajukan sewaktu-waktu apabila dalam kondisi darurat.
“Misalnya siswa sedang sakit dan membutuhkan orang tuanya. Maka kami akan panggil orang tua dan boleh dibawa pulang untuk beberapa waktu tertentu,” jelasnya. Wali siswa yang berkunjung juga akan disediakan tempat khusus. Sehingga, itu bisa memberikan ruang privasi antara anak dengan orang tua.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi menambahkan, waktu kunjung sebulan sekali dinilai sebagai kebijakan yang ideal. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan fasilitas akomodasi saat jadwal kunjungan yang diberikan. “Kalau misalnya ada penjadwalan, kami sediakan bus agar bisa berangkat bersama,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho