BATU - Sebanyak 94 seni rupa dan fotografi karya siswa kelas X SMK Kesehatan Amanah Husada dipamerkan di Galeri Raos sejak Senin lalu (19/5). Pameran hanya digelar selama 4 hari saja dan berakhir kemarin (21/5).
Pameran bertajuk Moonstruck itu menampilkan 47 karya lukis benang dan 47 karya fotografi. Menariknya, karya lukis benang dibuat sangat detail tanpa menggunakan cat. Murni memanfaatkan benang berbagai warna yang disusun membentuk objek tertentu.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah karya lukis benang berjudul Kasih Sayang Ibu Tidak Akan Pernah Pudar. Karya berukuran 40 x 60 centimeter itu menggambarkan seorang ibu hamil yang sangat menyayangi dan mencintai calon buah hatinya.
Salah seorang siswa SMK Kesehatan Amanah Husada Batu, Edwina Soeprajogi mengatakan pameran tersebut rutin digelar setiap tahun. Namun, tema dan media karya yang digunakan berbeda beda.
“Tahun ini temanya cinta, kasih sayang, cita-cita, dan kenangan,” ungkapnya.
Maka tak heran seluruh karya yang dipamerkan merupakan wujud atau representasi cinta dan kasih sayang.
“Sebenarnya pameran ini juga sebagai pemenuhan tugas akhir kami,” paparnya.
Meski begitu, pameran dikerjakan sepenuh hati. Terbukti dari persiapannya yang memakan waktu nyaris satu semester penuh. Guru Pendamping Pameran Moonstruck, Githa Eka Ramadhani berharap pameran tersebut bias memberikan warna baru.
Menurutnya, seni tetap diperlukan meski SMK Kesehatan Amanah Husada bukan sekolah umum atau sekolah seni. Dia menilai seni akan mengasah keterampilan dalam berbagai bidang.
“Karya yang berhasil terjual akan menjadi nilai plus,” pungkasnya.
Editor : A. Nugroho