BATU - Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf meninjau langsung progres sekolah rakyat di Kota Batu kemarin (19/5).
Pria yang akrab disapa Gus Ipul sekaligus menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al Hikmah.
Kerja sama itu dijalin dalam rangka pengadopsian salah satu modul pembelajaran berbasis digital yang telah diterapkan di YLPI Al Hikmah. Dia menyampaikan sekolah rakyat nanti akan menggunakan dua kurikulum. Yakni kurikulum formal dan kurikulum pendidikan karakter.
“Ini menjadi langkah strategis pembelajaran berbasis boarding school,” ujarnya.
Baca Juga: UPT PPSPA Bima Sakru Batu Berhenti Beroperasi Bulan Depan, Alih Fungsi Sekolah Rakyat
Dia berharap kurikulum yang sedang dirancang dan digodok Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) bisa dikolaborasikan dengan baik. Kurikulum itu ditarget tuntas bulan depan.
Pembelajaran nantinya akan didorong agar inklusif, berdaya, dan transformatif. Sehingga penggunaan teknologi akan semakin masif. Gus Ipul menyampaikan sudah ada 53 titik sekolah rakyat yang siap beroperasi pada bulan Juli mendatang.
Salah satunya di Kota Batu yang akan bertempat di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Bima Sakti Batu.
“Kami masih terus akselerasi agar bisa mencapai 100 titik yang beroperasi,” imbuhnya.
Baca Juga: Bangunan Sekolah Rakyat di Kota Batu Bakal Dipoles
Dari 53 titik sekolah rakyat itu, sudah ada sekitar 5 ribu siswa yang telah tertampung. Dia menargetkan ada 10 ribu siswa yang menjadi angkatan pertama nantinya.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah (pemda) untuk membantu proses akselerasi program ini,” tegas Mantan Wakil Gubernur Jatim itu.
Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman berkomitmen untuk berkontribusi dalam akselerasi realisasi sekolah rakyat. Salah satunya dengan upaya jemput bola kepada lulusan SD dari keluarga prasejahtera agar mau mendaftar di sekolah rakyat.
“Kami pastikan seluruh kategori siswa miskin di Kota Batu mendapatkan akses dan sosialisasi,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian