Perbaikan Dilakukan Langsung Kementerian PUPR RI
BATU - Bangunan Sekolah Rakyat Kota Batu bakal dipoles pekan depan.
Sekolah yang menempati bangunan UPT Panti Pelayanan Sosial dan Petirahan Anak (PPSPA) Bhima Sakti Batu itu akan di sesuaikan dengan standar bangunan sekolah pada umumnya.
Meski begitu, rehabilitasi bangunan tidak dilakukan secara makro.
Melainkan hanya perbaikan kecil saja di beberapa bagian.
Sebab, kondisi UPT PPSPA Bhima Sakti Batu masih tergolong sangat layak dan 90 persen siap digunakan.
Plt Kepala UPT PPSPA Bhima Sakti Batu Yudho Kisworo mengatakan perbaikan mikro pada bangunan akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) RI.
“Hampir seluruh titik akan direnovasi,” ujarnya.
Mulai dari ruang kelas, dapur, asrama, hingga rumah dinas untuk guru.
Yudho menyampaikan UPT PPSPA Bhima Sakti Batu berdiri di atas lahan seluas 9,7 hektare.
Ada 27 kamar yang akan digunakan sebagai asrama.
Kapasitas tiap kamar berbeda-beda.
Pasalnya ada yang luas dan ada yang standar.
Untuk ukuran standar bisa menampung 6 anak.
Sedangkan, yang ukuran luas bisa menampung hingga 8 anak.
“Jika ditotal kapasitas 27 kamar itu bisa menampung sampai 300 anak,” jelasnya.
Saat ini hanya ada 50 siswa saja yang aktif di UPT PPSPA Bhima Sakti Batu.
Otomatis tak semua kamar yang tersedia terpakai.
Maka wajar bila beberapa kamar memerlukan perbaikan kecil.
Terkait daya tampung asrama juga perlu penambahan kamar.
Mengingat angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026 ini akan menerima 150 siswa baru.
Artinya, perlu tambahan 25 ruang ukuran standar dengan daya tampung 6 anak per kamar agar bisa menampung seluruh angkatan.
Mulai dari kelas 7, 8, dan 9.
Selain itu, ruang kelas yang ada juga perlu rombak.
Agar bisa menampung satu angkatan pertama.
Yakni enam rombongan belajar (rombel).
Setiap rombel akan diisi 25 anak.
Sehingga butuh enam kelas untuk menampung satu angkata pertama tersebut.
Sedangkan, saat ini masih ada empat kelas saja.
Namun, satu ruang kelas kapasitasnya cukup besar.
Yakni 30-50 anak.
Sehingga, kelas yang besar memungkinkan untuk disekat alias dijadikan dua ruang.
Selanjutnya, juga perlu ruangan untuk laboratorium komputer hingga perpustakaan.
Yudho mengaku keduanya akan meng gunakan ruangan yang sudah ada namun tak terpakai.
“Nanti ada ruang kelas yang akan di bangun dua lantai,” sambung Yudho.
Bangku dari kayu juga rencananya akan diganti dengan yang lebih representatif.
Sehingga, siswa Sekolah Rakyat benar-benar dipastikan kenyamannya dalam belajar.
Termasuk kondisi tujuh rumah dinas bagi guru yang mengajar di sana juga akan diperhatikan juga.
Pria asli Bumi Kanjuruhan itu menyampaikan perbaikan gedung ditarget tuntas sebelum Juli mendatang.
“Nanti untuk panti petirahan anak kami tutup permanen apabila Sekolah Rakyat sudah resmi beroperasi,” pungkas dia. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian