BATU - Semua calon murid baru jenjang SMA dan SMK negeri di Jawa Timur wajib melakukan tes kesehatan.
Regulasi itu menjadi salah satu syarat baru dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
Sebelumnya, tes kesehatan hanya dilakukan kepada calon murid baru di SMK negeri.
Sebab, hasilnya diperlukan untuk pertimbangan masuk jurusan-jurusan tertentu.
Misalnya, calon murid baru di jurusan seni tidak boleh buta warna.
Kepala Seksi SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M. Asrofi menga takan regulasi baru itu diterapkan berdasarkan hasil evaluasi pada pelaksanaan PPDB tahun lalu.
Dia mengatakan tahun lalu banyak calon murid baru yang tertolak SMA negeri yang Baca Juga: Bosnas Tahap Pertama SMA dan SMK di Kota Batu Dicairkanakhirnya mendaftar ke SMK negeri.
“Pendaftaran SMA negeri memang dibuka lebih dulu daripada SMK negeri,” ujarnya.
Namun, mereka terkendala persyaratan hasil tes kesehatan.
Sebab, tes kesehatan dilakukan masing-masing SMK negeri bersamaan dengan pengambilan Personal Iden tification Number (PIN).
“Kalau pengambilan PIN jadwalnya serentak,” imbuhnya.
Otomatis mereka tertinggal jadwal pelaksanaan tes kesehatan tersebut.
Bahkan, SMK negeri terpaksa kembali membuka tes kesetahan di tengah proses seleksi PPDB.
Tentu saja khusus mengakomodasi calon murid baru yang memilih SMK negeri sebagai pilihan kedua.
Asrofi menjelaskan ada beberapa komponen kesehatan yang akan diperiksa.
Diantaranya tinggi badan, berat badan, buta warna.
Termasuk pemeriksaan tato dan warna rambut.
“Tahun ini kami juga menambahkan tes kesehatan jiwa,” tutur Asrofi.
Selama ini tes kesehatan di SMK negeri dilakukan secara mandiri.
Alias tidak melibatkan pihak eksternal seperti puskesmas atau rumah sakit.
Mengingat beberapa SMK juga ada yang memiliki jurusan kesehatan dibantu petugas UKS dan guru yang kompeten.
Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Batu Anto Dwi Cahyono mengaku menyambut baik regulasi baru itu.
Bahkan dia berencana akan melakukan kerja sama dengan puskesmas setempat untuk menggelar tes kesehatan tersebut.
Pria yang menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Batu itu menilai hasil tes kesehatan sekaligus berguna untuk memberikan perhatian khusus terhadap murid.
“Yang jadi PR justru mekanisme pelaksanaan nanti tetapi kami sudah mulai siapkan,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho