Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lingkungan Pertemanan Tidak Selalu Sehat, Ini Sejumlah Ciri yang Ditemui

C
Penulis: Choirun Nisa❯
Ilustrasi pertemanan yang tidak sehat (sumber: Identitas Unhas)
Ilustrasi pertemanan yang tidak sehat (sumber: Identitas Unhas)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Lingkungan pertemanan menjadi bagian penting dalam kehidupan siswa, namun tidak semua hubungan sosial memberikan dampak positif. Di kalangan remaja, pertemanan yang tampak akrab dan dekat tidak selalu mencerminkan hubungan yang sehat.

Berdasarkan informasi dari laman yogyakartakota.kemenag.go.id, pertemanan yang tidak sehat kerap ditandai dengan hubungan yang tidak seimbang. Salah satu pihak cenderung lebih banyak memberi, sementara pihak lain hanya menerima. Kondisi ini dapat membuat siswa merasa dimanfaatkan dan kurang dihargai dalam hubungan pertemanan.

Advertisement

Selain itu, bentuk interaksi seperti candaan yang merendahkan, membuka hal pribadi di depan orang lain, hingga menyindir kekurangan juga menjadi ciri yang perlu diwaspadai. Meskipun sering dianggap hal biasa, perilaku tersebut dapat berdampak pada kondisi emosional siswa dalam jangka panjang.

Ciri lain yang muncul dalam pertemanan tidak sehat adalah adanya rasa iri dan sikap tidak tulus. Alih-alih memberikan dukungan, keberhasilan seseorang justru direspons dengan sikap dingin atau sindiran. Dalam beberapa kasus, muncul pula perilaku posesif dan mengontrol, seperti membatasi pergaulan atau menimbulkan rasa bersalah ketika tidak mengikuti keinginan kelompok.

Advertisement

Dampak dari lingkungan pertemanan yang kurang sehat tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga secara emosional. Siswa dapat mengalami kelelahan emosional, penurunan kepercayaan diri, hingga perasaan tertekan meskipun berada di tengah lingkungan pertemanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan siswa. Lingkungan yang sehat umumnya ditandai dengan adanya dukungan, rasa saling menghargai, serta ruang untuk berkembang tanpa tekanan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bahaya Self Diagnose di Kalangan Pelajar, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Bahaya Self Diagnose di Kalangan Pelajar, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan

Fenomena self diagnose atau mendiagnosis kondisi diri sendiri semakin sering ditemukan di kalangan pelajar dan remaja

Penyebab Insecure pada Siswa, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Insecure pada Siswa, Ini Cara Mengatasinya

Fenomena rasa insecure atau kurang percaya diri masih banyak dialami siswa, terutama pada masa remaja

Fenomena Siswa Sering Mengantuk di Kelas, Pola Tidur Remaja Jadi Perhatian

Fenomena Siswa Sering Mengantuk di Kelas, Pola Tidur Remaja Jadi Perhatian

Fenomena siswa yang sering mengantuk saat pelajaran berlangsung masih banyak ditemukan di lingkungan sekolah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer