Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kecemasan Dialami Siswa, Ini Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

C
Penulis: Choirun Nisa❯
kecemasan yang dialami siswa hingga remaja (sumber: Honor Society)
kecemasan yang dialami siswa hingga remaja (sumber: Honor Society)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Kecemasan menjadi salah satu kondisi yang kerap dialami siswa, terutama pada masa remaja yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial. Kondisi ini umumnya muncul saat menghadapi situasi baru, tekanan akademik, maupun interaksi sosial, namun dapat menjadi masalah jika berlangsung berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari laman EMC Healthcare, kecemasan pada remaja perlu dibedakan dengan rasa gugup sesaat. Gugup biasanya muncul dalam situasi tertentu dan akan mereda setelahnya. Sementara itu, kecemasan berlebih cenderung berlangsung terus-menerus, sulit dikendalikan, serta dapat memengaruhi konsentrasi, emosi, hingga hubungan sosial.

Advertisement

Sejumlah faktor menjadi pemicu munculnya kecemasan pada siswa. Perubahan hormon dan perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang membuat remaja lebih rentan dalam mengelola emosi. Selain itu, paparan media sosial turut mendorong perbandingan diri yang dapat menurunkan rasa percaya diri. Tekanan akademik, tuntutan prestasi, serta ekspektasi dari lingkungan seperti orang tua dan guru juga menjadi faktor yang memperkuat munculnya kecemasan.

Kondisi ini dapat dikenali melalui beberapa tanda, seperti sulit berkonsentrasi, mudah gelisah, cepat lelah, gangguan tidur, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam beberapa kasus, kecemasan juga dapat memunculkan keluhan fisik seperti sakit kepala atau perut tanpa sebab yang jelas.

Advertisement

Untuk mengatasinya, diperlukan langkah penanganan yang berkelanjutan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menjaga pola tidur yang cukup, mengatur pola makan, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. Selain itu, teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dan grounding dapat membantu mengurangi ketegangan. Mengurangi paparan media sosial serta membangun komunikasi terbuka dengan orang terdekat juga menjadi bagian penting dalam mengelola kecemasan.

Apabila kondisi tidak kunjung membaik dan mulai mengganggu aktivitas harian, bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater dapat menjadi langkah lanjutan. Penanganan yang tepat diharapkan mampu membantu siswa menjalani keseharian dengan lebih seimbang.

Advertisement

Artikel Terkait

Kecemasan Menghadapi Ujian Masih Dialami Siswa, Ini Cara Mengelolanya

Kecemasan Menghadapi Ujian Masih Dialami Siswa, Ini Cara Mengelolanya

Kecemasan saat menghadapi ujian masih menjadi kondisi yang umum dialami siswa.

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Kota Batu siapkan Rp3,3 miliar dana PIP 2026 untuk 8.283 siswa, utamakan peserta didik keluarga Desil 1–4 DTSEN.

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Kebiasaan mengonsumsi konten digital berdurasi singkat di media sosial dinilai memengaruhi kemampuan fokus siswa saat belajar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer