Total Dana yang Dicairkan Sebesar Rp 8,3 Miliar
BATU - Sebanyak 24 SMA dan SMK baik negeri maupun swasta sudah bisa menjalankan program dan kegiatan yang telah disusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Sebab, Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) tahap pertama sudah dicairkan sejak tanggal 22 Januari lalu melalui rekening sekolah masing-masing.
Kasi SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M Asrofi mengatakan dana Bosnas tahap pertama dicairkan sebanyak 50 persen.
Dalam aturan tersebut menjelaskan basis perhitungan besaran Bosnas bergantung jumlah siswa.
Semakin banyak siswanya, akan semakin besar pula dana Bosnas yang diterima sekolah.
“Namun, besaran antara SMA dan SMK tidak sama,” ungkapnya.
Untuk SMA, jatah per siswanya sebesar Rp 1,51 juta per tahun.
Sementara, untuk SMK sebesar Rp 1,6 juta per tahun.
Asrofi menyampaikan kucuran dana BOS untuk SMK memang lebih besar.
Sebab, kebutuhannya juga dinilai lebih besar karena SMK lebih banyak praktik.
Dari data pokok pendidikan (dapodik), jumlah siswa SMA di Kota Batu mencapai 6.850 siswa.
Sementara, jumlah siswa SMK mencapai 4.246 siswa.
Sehingga, totalnya menjadi 11.096 siswa.
Artinya, pencairan Bosnas tahap pertama untuk SMA dan SMK diperkirakan mencapai Rp 8,3 miliar.
Sebesar Rp 5 miliar untuk SMA dan Rp 3,3 miliar untuk SMK.
Dia menjelaskan dana Bosnas digunakan sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.
Salah satunya untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, digunakan untuk belanja barang habis pakai.
“Misalnya, untuk belanja kebutuhan alat tulis dan kantor (ATK),” ujarnya.
Terpisah, Kepala SMA Negeri 2 Batu Anto Dwi Cahyono mengaku sudah menerima dana Bosnas sebesar Rp 790 juta untuk pencairan tahap pertama ini.
Sebab, dia menyebut memiliki 1.047 siswa.
Itu akan ia gunakan untuk operasional selama semester genap ini. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana