BATU - Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk sekolah swasta di Kota Batu sudah cair sejak jumat lalu (29/11).
Dana hibah tersebut sudah tersalurkan ke 15 SD swasta dan 21 SMP swasta.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 3 miliar.
Rinciannya Rp 1,1 miliar untuk SD swasta dan Rp 1,9 miliar untuk SMP swasta.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori.
Pihaknya mengatakan bosda hanya dicairkan untuk sekolah swasta saja.
Pasalnya, pemberian bosda ke sekolah negeri masih menjadi polemik.
Itu lantaran adanya peraturan terbaru untuk tidak memberikan bantuan kepada sekolah negeri dalam bentuk fresh money.
“Sudah kami cairkan tiga hari yang lalu untuk sekolah swasta,” ucapnya saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Batu kemarin (2/12).
Chori menyampaikan pemberian dana bosda tersebut masih berbasis jumlah siswa.
Itu artinya, semakin banyak siswa yang dimiliki sekolah akan semakin besar pula dana yang diterima.
Begitu pula sebaliknya.
Chori menyampaikan ada sebanyak 3.812 siswa di 15 SD swasta Kota Batu.
Sementara, siswa SMP swasta Kota Batu ada sebanyak 4.620 anak.
Untuk setiap siswa SD swasta dijatah Rp 25 ribu per bulannya.
Sementara, untuk siswa SMP swasta dijatah 35 ribu per bulannya.
“Yang kemarin disalurkan yakni akumulasi penuh selama 1 tahun,” imbuhnya.
Itu artinya, setiap sekolah menerima dana bosda langsung untuk satu tahun.
Padahal sebelumnya pencairan dana bosda dilakukan secara bertahap sebanyak dua kali.
Pencairannya setiap enam bulan sekali di awal semester.
“Kami sudah mempertimbangkan banyak hal untuk mencairkan bosda sekolah swasta tetap dalam bentuk uang,” tegasnya.
Terpisah, kabar pencairan bosda sekolah swasta itu dibenarkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu Windra Rizkyana.
Pihaknya menyebut telah menerima bosda itu sejak Jumat lalu.
“Sudah dicairkan ke rekening sekolah masing-ma- sing sekolah swasta,” paparnya.
Windra juga membenarkan bila bosda langsung dicairkan rangkap dua kali.
Artinya, sekolah swasta sudah menerima secara penuh bantuan hibah dari Pemkot Batu untuk tahun 2024 ini.
Dirinya menggunakan dana tersebut untuk menutup kebutuhan sekolah yang sebelumnya belum terkover. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana