BATU, RADAR BATU - Langit Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu dipenuhi warna-warni parasut kemarin (31/7). Sebanyak 75 atlet mengikuti International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026 Seri 3 yang menjadi bagian dari Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026. Persaingan tahun ini lebih kompetitif. Sebab, ada lima dari 20 pilot paralayang terbaik dunia turut ambil bagian.
Momen tersebut tentu saja sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet nasional mengukur kemampuan di level internasional. Sejak pagi, para atlet bergantian lepas landas dari titik take off Gunung Banyak. Atraksi mereka menjadi pemandangan menarik bagi penonton yang memadati arena.
Baca Juga: IPAC Seri 4 Catat Rekor 12 Round Perlombaan di Kota Batu
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan jumlah peserta meningkat dibanding dua seri sebelumnya. Seri di Kota Batu diikuti 75 atlet, sedangkan Kotabaru 44 atlet dan Paser 30 atlet. Peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Sulawesi Tengah, Kalimantan, Lombok, serta 16 atlet tuan rumah Kota Batu.
Malaysia turut mengirimkan 12 atlet. Mayoritas peserta merupakan Generasi Z dengan porsi sekitar 62 persen. Sisanya 21 atlet berasal dari Generasi Milenial atau sekitar 28 persen dan 9,3 persen dari Generasi X. “Peserta termuda berusia 14 tahun asal Malaysia, sedangkan peserta tertua 59 tahun yang juga berasal dari Malaysia,” kata Onny.
Baca Juga: Yuk Mulai Hidup Sehat, Ini 5 Olahraga Ringan yang Cocok Buat Kamu yang Suka Mager
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan BISTF tidak sekadar menjadi ajang olahraga. Namun, juga sarana memperkuat sport tourism Kota Batu. “Kami ingin orang datang ke Kota Batu bukan hanya karena wisata alamnya. Olahraga menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Menurut dia, penyelenggaraan BISTF tahun lalu mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan transportasi ikut menikmati peningkatan aktivitas selama ajang berlangsung. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan