BUMIAJI - Tak ada target perolehan medali dalam cabor lompat indah yang digelar di kolam renang Taman Rekreasi Selecta kemarin (1/7). Itu lantaran progres latihan atlet yang tak signifikan. Penyebabnya, waktu persiapan pun relatif singkat yakni hanya lima bulan saja.
Pelatih Cabor Loncat Indah Kota Batu Ahmad Muhajir mengaku kemampuan para atlet belum tampak signifikan saat pertandingan. Namun, dia bersyukur ada satu atlet yang berhasil mendapat medali perunggu di nomor papan lima meter.
Dia mengatakan mengirim sebanyak delapan atlet. Terdiri atas empat atlet putra dan empat atlet putri. Seluruh atlet telah menjalani latihan intensif selama dua bulan sebelum pertandingan.
“Saingan terberat masih dari Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Pengurus Provinsi (Pengprov) Jawa Timur Ronaldy Herbintoro mengaku kesulitan mencari atlet loncat indah. Dia menilai belum ada stok atlet loncat indah yang potensial menembus kejuaraan internasional.
“Kami hanya punya satu atlet profesional untuk cabor loncat indah. Kami berharap ada regenerasi yang baik ke depannya,” ujarnya.
Salah satu pencarian bibit baru atlet loncat indah juga dari event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 ini. Meski baru digelar pertama kali, peminat cabor tersebut cukup tinggi. Ada 15 kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang ikut serta. Jumlah atlet mencapai 67 orang. Rinciannya 32 atlet putra dan 35 atlet putri.
“Jumlah atletnya paling banyak kedua di cabor akuatik,” ujarnya.
Ronald menyampaikan ada empat kategori yang dipertandingkan. Yakni nomor papan 0,5 meter, satu meter, tiga meter, dan lima meter. Batasan usia atlet yakni antara 9-20 tahun.
“Mayoritas dari mereka masih pemula, jadi kami bentuk mulai Porprov ini,” tandasnya.
(ori/dre)
Editor : A. Nugroho