Antrean BBM Mengular di Bali, Pertamina Minta Maaf dan Operasikan SPBU 24 Jam

Nara Amelia • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:10 WIB
Kepadatan lalu lintas akibat antrean bbm di Bali. Foto: x.com/SudutTakKasat
Kepadatan lalu lintas akibat antrean bbm di Bali. Foto: x.com/SudutTakKasat

BATU, RADAR BATU - Warga Bali beberapa hari terakhir harus mengantre berjam-jam demi BBM. Sejak Minggu (11/10), stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan habis di sejumlah SPBU, dengan antrean kendaraan disebut mencapai sekitar satu kilometer. Seorang perempuan asal Desa Bongkasa bahkan dilaporkan pingsan setelah mengantre berjam-jam.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf kepada warga Bali usai rapat bersama Gubernur Wayan Koster, Selasa (13/10). Ia menyebut penyebab utamanya gangguan pada jangkar kapal tanker. Bongkar muat yang dijadwalkan Senin (12/10) pukul 06.30 Wita baru bisa dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita. Faktor lain adalah konsumsi Pertalite yang tinggi, sekitar 2.200 kiloliter per hari di Bali, meski disebut bukan penyebab utama.

Baca Juga: Kenapa BBM Langka di Banyak Daerah? Ini Penyebabnya Menurut Pertamina, ESDM, dan Pengamat

Untuk mengurai antrean, 92 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam. Depo Manggis dan Sanggaran juga bekerja 24 jam, sementara armada mobil tangki ditambah dari 90 menjadi 105 unit. Layanan 24 jam akan menyusul di Tabanan dan Gianyar, dan Polda Bali ikut mengatur antrean.

Koster, Rabu (14/10), memastikan stok Pertalite dan Pertamax aman sekitar dua pekan ke depan dan meminta warga tidak panik. Menurutnya kepanikan ikut memperpanjang antrean. Ia menyebut pasokan terjadwal 15-17 Oktober mencapai 25 juta liter Pertalite, ditambah 13 juta liter Pertamax pada 13 dan 17 Oktober.

Baca Juga: Stok BBM Tipis di Malang Raya, Pertamina Tambah Jadwal Pengiriman Hari Ini

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
kelangkaan bbm pertamina bbm bali