Pertalite Langka, Karyawan Pulang Kerja Lanjut Antre hingga Malam

KOTA BATU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di Kota Batu mengganggu mobilitas pekerja. Pasokan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) cepat habis.
Sementara, bensin eceran di warung juga semakin sulit ditemukan. Sejumlah pekerja terpaksa berkeliling hingga ke luar kota untuk berburu pertalite hingga larut malam.
Kondisi itu dialami Ganda Aji, petugas keamanan di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Demi menghindari antrean panjang di SPBU dan mencegah terlambat bekerja, dia memilih mencari pertalite eceran di pinggir jalan.
Baca Juga: Kuota Pertalite Dipangkas Separo, Stok di SPBU Kerap Kosong
Namun, cara itu tak lagi mudah. Ganda harus menyusuri sejumlah warung, bahkan hanya untuk mendapatkan dua liter saja.
“Biasanya stok di warung selalu ada, tapi sekarang sama sulitnya. Saya harus keliling dulu cari pedagang yang masih punya sisa bensin,” ujarnya.
Kelangkaan serupa dirasakan Riko, karyawan di Desa Sido mulyo, Kecamatan Batu. Menurut dia, pasokan Pertalite di SPBU cepat habis. Sedangkan, stok di pedagang eceran semakin minim. Situasi tersebut membuat Ri ko harus berburu bensin hingga ke Kota Malang.
Seusai bekerja pukul 23.30, dia menyusuri sejumlah SPBU lintas kota. Biasaya ia baru mendapatkan pertalite sekitar pukul 01.00. Artinya, dia membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Riko biasanya mengisi penuh tangki sepeda motornya setiap sepuluh hari sekali. Namun, kelangkaan kali ini membuat pemenuhan kebutuhan BBM menjadi lebih melelahkan dan menyita waktu istirahat.
Dia berharap pihak terkait segera mengatasi persoalan pasokan pertalite. Tujuannya agar tidak terus menghambat aktivitas masyarakat. Terutama bagi para pekerja yang punya keterbatasan waktu. “Supaya aktivitas masyarakat dan para pekerja malam tidak terus terkendala,” pungkasnya.



