Kenapa BBM Langka di Banyak Daerah? Ini Penyebabnya Menurut Pertamina, ESDM, dan Pengamat

BATU, RADAR BATU - Antrean BBM bukan hanya terjadi di Bali. Kelangkaan Pertalite juga dilaporkan di Malang Raya, dan sebelumnya di Medan, Kalimantan, serta Kupang. Penyebabnya tidak tunggal.
1. Selisih harga yang lebar
Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax Rp15.950 (data akhir September). Pengamat energi UGM, Fahmy Radhi, menilai konsumen kelas menengah ke bawah yang biasa memakai Pertamax akan beralih ke Pertalite, sehingga kuotanya cepat habis. Dalam rapat dengan Komisi XII DPR pada 26 Agustus juga disebut bahwa disparitas harga mendorong peralihan ke BBM subsidi, dan realisasi konsumsi tahun ini diperkirakan melampaui kuota.
2. Kuota subsidi
Sejumlah analisis menyebut kuota BBM subsidi 2026 dipangkas, sementara serapan Pertalite di hampir semua provinsi sudah melewati kuota periodenya.
3. Distribusi
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyebut kelangkaan Pertalite di Malang Raya akibat penyesuaian pola distribusi yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar, dan perubahan moda transportasi. Di Bali, pemicunya gangguan bongkar muat kapal tanker.
4. Panic buying dan faktor lain
Kementerian ESDM sebelumnya menyebut empat penyebab: isu harga yang memicu panic buying, cuaca ekstrem, bencana alam, dan penyalahgunaan BBM subsidi. ESDM kini mengkaji pengetatan kriteria penerima BBM subsidi.
Pemerintah dan Pertamina meminta warga tidak membeli BBM berlebihan.



