Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

TB Hasanuddin Soroti Biaya Latihan Militer Manajer Koperasi Rp30 Juta, Dinilai Tak Efisien dan Bukan Prioritas

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 30 Juni 2026 | 02:00 WIB
Peserta calon manajer KDMP dan KNMP saat menjalankan Latihan Dasar Militer (latsarmil). (Istimewa).
Peserta calon manajer KDMP dan KNMP saat menjalankan Latihan Dasar Militer (latsarmil). (Istimewa).

JAKARTA, RADAR BATU - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin, mengungkapkan bahwa biaya Latihan Dasar Militer (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tembus mencapai Rp 30 juta per orang.

TB Hasanuddin memaparkan bahwa anggaran Rp 30 juta tersebut dialokasikan untuk pelaksanaan latsarmil. Sementara itu, terdapat sisa anggaran sebesar Rp 15 juta yang digunakan untuk membiayai pembelajaran substansi tata kelola koperasi.

"Sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi," ujar TB Hasanuddin, Senin (29/6).

Baca Juga: Kuota Naik Jadi 150 Ribu, Ini Syarat Kelulusan Magang Nasional 2026 Berpenghasilan Hingga Rp6 Juta

Perlu diketahui bahwa Komisi I DPR bertugas pada bidang isu pertahanan dan intelijen serta merupakan mitra kerja Kemhan RI, yakni kementerian yang mengurus pelaksanaan latsarmil bagi calon manajer KDMP dan KNMP tersebut. 

Ia menyampaikan bahwa skema latihan selama 45 hari tersebut, porsi terbesar anggaran justru habis diserap untuk 30 hari kegiatan kemiliteran yang tidak berhubungan langsung dengan tugas pengelolaan koperasi, daripada 15 hari pembelajaran substansinya. 

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pelatihan difokuskan sepenuhnya pada peningkatan kompetensi manajerial, sedangkan komponen latihan militer dihapus. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar pelatihan berjalan jauh lebih efisien.

Baca Juga: Buntut 5 Peserta Latsarmil Wafat, Menteri HAM Natalius Pigai Desak Kemhan Evaluasi Menyeluruh 

Selain itu, penghapusan komponen latihan militer dipercaya dapat menghemat anggaran negara sekitar Rp30 juta atau setara dengan dua pertiga dari total biaya pelatihan untuk setiap peserta. 

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menilai bahwa potensi penghematan anggaran negara dapat mencapai triliunan rupiah jika skema penghapusan komponen latihan militer diterapkan pada total 35.476 peserta.

“Apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp 30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," sambungnya. 

Hasanuddin menganggap latsarmil bukan prioritas. sebab , tugas utama manajer KDMP dan KNMP adalah mengelola organisasi dan mengembangkan usaha, sehingga materi pelatihan seharusnya berorientasi pada kompetensi profesional.

Editor : Aditya Novrian
#kampung nelayan merah putih #latsarmil #TB Hasanuddin #Kopdes #KDMP