JAKARTA, RADAR BATU – Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, pada Rabu (3/6) dini hari. Penggeledahan tersebut dilakukan usai penggantian jajaran pimpinan BGN oleh Presiden sehari sebelumnya.
"Penyidik Pidana Khusus Kejagung benar melakukan penggeledahan di kantor BGN," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mochamad Jeffry, Rabu.
Baca Juga: Panen Tomat Terpangkas Separo Akibat Virus Gemini, Petani Kota Batu Rugi Jutaan Rupiah
Dimulai sejak Dini Hari
Petugas Keamanan atau satpam di Kantor BGN menyebut, penggeledahan oleh Kejagung telah dimulai pada Rabu (3/6) pukul 02.00 WIB dini hari. Penggeledahan difokuskan di lantai dua kantor, tepatnya di Ruang Pimpinan Kantor BGN.
"Ada Kejagung di atas, sudah sejak pukul 2 pagi," kata salah seorang satpam di lokasi, Rabu.
Baca Juga: Modal Rp 100 Ribu, Petani Batu Ciptakan Obat Alami Penyelamat Tanaman dari Virus Gemini
Keamanan Diperketat
Hingga pukul 09.00 WIB, para karyawan BGN terus berdatangan, namun tidak diizinkan masuk. Mereka menunggu di sejumlah tempat di sekitar kantor, seperti duduk di luar gedung, di depan lobi, hingga di dalam lobi. Awak media juga tidak diizinkan masuk ke area kantor dan menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Kejagung.
DPR Buka Suara
Wakil Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Komisi IX DPR RI sudah memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis selama 1,5 tahun berjalan.
"Saya kira catatan-catatan yang telah diserahkan Komisi IX kepada pihak pemerintah terkait evaluasi BGN tentunya sudah menjadi bagian dari masukan yang kami pikir sudah diakomodir oleh pemerintah dan untuk perbaikan tata Kelola di BGN," tambahnya.
Gerak Cepat usai Pencopotan Dadan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Ketua BGN. Ia dicopot bersama kedua wakilnya, Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya. Pencopotan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dan Kabakom M. Qodari, di Istana Presiden, Selasa (2/6).
Posisi Dadan tersebut digantikan oleh Nanik S. Deyang dengan posisi Wakil Kepala BGN yang kosong diisi Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari.
Baca Juga: Wisata Batu Belum Lengkap Tanpa Berburu Oleh-Oleh, Ini Pilihan yang Banyak Dicari Wisatawan
Apa Latar Belakang Penggeledahan?
Meski telah dilakukan sejak dini hari, Kejagung belum menjelaskan kasus yang melatarbelakangi penggeledahan di kantor BGN tersebut. Dugaan muncul di tengah proses yang berlangsung.
Diduga, penggeledahan itu berkaitan dengan kasus yang belakangan berembus di tengah publik, yaitu jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Informasi yang ada juga menyebut terdapat pelanggaran dalam proyek pengadaan SPPG yang melibatkan oknum pejabat tinggi BGN.
Editor : Aditya Novrian