Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Mama Sinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polisi Buntut Pemutaran Film Pesta Babi

Fasya Mumtahanah • Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB
MAMA SINTA: Laporkan Ketua LBH ke Polda Metro Jaya terkait Film Pesta Babi (Sumber: Istimewa).
MAMA SINTA: Laporkan Ketua LBH ke Polda Metro Jaya terkait Film Pesta Babi (Sumber: Istimewa).

JAKARTA, RADAR BATU – Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan Merauke, Yashinta Moiwend, atau dikenal dengan Mama Sinta, melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merauke, Johnny Teddy Wakum ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5).

Laporan yang ditujukan untuk Johnny sebagai penanggung jawab peluncuran film Pesta Babi itu telah teregistrasi dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Johnny dilaporkan karena dianggap melanggar Pasal 65 juncto 67 Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Baca Juga: Fenomena People Watching di Kalangan Siswa, Duduk Diam Sambil Mengamati Sekitar Jadi Pelepas Penat

“Laporan kami adalah untuk perorangan, Ketua LBH Merauke. Ketua LBH Merauke, inisialnya adalah JTW,” kata kuasa hukum Sinta, T.S. Hamonangan Daulay, di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/5).

Sinta mengaku sakit hati lantaran film Pesta Babi yang menampakkan dirinya diputar dan dipublikasikan tanpa seizinnya.

“Mereka sudah putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya merasa sakit hati, saya sangat merasa kecewa! Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka! Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati!” tegas Sinta dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Makan Siang Bersama Keluarga Di Cafe Lumintu Pujon, Bisa Petik Strawberry Juga!

Dirinya kecewa lantaran merasa dirinya diperlakukan semacam boneka yang ditampilkan ke publik melalui film itu tanpa meminta izin kepadanya.

“Kenapa wajah saya bisa dibawa ke mana-mana melalui film itu? Apakah saya ini sebuah boneka? Apakah saya patung Asmat yang sudah diukir? Orang Papua mengatakan itu patung Asmat, ukiran itu. Saya bukan patung ukiran Asmat!” tegas dia lagi.

Baca Juga: Harga Susu Perah Naik Jadi Rp 8 Ribu Per Liter

Sinta meminta agar pihak kepolisian menghentikan segala bentuk publikasi film Pesta Babi, baik secara daring maupun penayangan di berbagai tempat di Indonesia.

“Bukan hanya dibohongi, saya sakit hati! Saya minta agar film itu mulai hari ini jangan diputar lagi. Kalau ada yang masih putar, tolong proses hukum orang itu," tegasnya.

Sementara itu, sutradara film Pesta Babi, Dandhy Laksono sempat menanggapi penolakan yang datang dari pihak Mama Sinta melalui unggahan di akun Instagramnya.

Baca Juga: Cabai Merah, Cabai Rawit, dan Beras Sumbang Inflasi di Kota Batu asi

"Kawan-kawan semua, kita tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami Mama Sinta di pedalaman Papua sana. Apa pun yang muncul di media sosial, sepertinya kita tidak perlu menghakimi beliau. Bahkan jika semua yang disampaikan murni atas kehendak sendiri, bukankah setiap orang berhak membuat pilihan?" tulis Dandhy.

Editor : Aditya Novrian
#pesta babi #Mama Sinta