Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Viral Spanduk Permintaan Maaf di Gerbang Masuk UGM, Ini Fakta-Faktanya

Fasya Mumtahanah • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:00 WIB
SPANDUK DI GERBANG UGM: Berisi Penyesalan atas Pemerintahan Prabowo-Gibran. (Sumber: Istimewa)
SPANDUK DI GERBANG UGM: Berisi Penyesalan atas Pemerintahan Prabowo-Gibran. (Sumber: Istimewa)

YOGYAKARTA, RADAR BATU – Sebuah spanduk besar bertuliskan “Surat Permohonan Maaf” terpasang di depan gerbang masuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (21/5) pagi. Spanduk tersebut dipasang di pagi hari dan tidak lagi terlihat di siang harinya.

Meski terpasang kurang dari satu hari, isi spanduk tersebut berhasil menyita perhatian masyarakat di media sosial. Berikut fakta-fakta di balik spanduk permohonan maaf tersebut.

Baca Juga: Enam Calon Sekda Kota Batu Jalani Tes Kesehatan di RSUD Karsa Husada

Berisi Permintaan Maaf Atas Nama UGM

Spanduk tersebut menuliskan bahwa UGM yang beralamatkan di Bulaksumur, Yogyakarta, meminta maaf terkait situasi negara saat ini yang dianggap sedang dipimpin penguasa inkompeten, mengalami nestapa politik, dan ekonomi yang hancur.

Bernada Menyesal atas Pemerintahan Prabowo-Gibran

Spanduk itu menyesali situasi sulit yang dialami bangsa sebagai akibat dari rusaknya kepemimpinan nasional. Dalam spanduk juga tertulis pihak UGM meminta maaf karena telah membiarkan Prabowo-Gibran menjadi pemimpin tertinggi negara.

Baca Juga: Lapak Pedagang Simpang Patih Masuk RTH

Bukan Pandangan Resmi UGM

Meski dalam spanduk tertulis Universitas Gadjah Mada sebagai pembuat permohonan maaf, Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membantah pemasangan dilakukan pihak UGM.

"Meski mengatasnamakan UGM, baliho tersebut tidak dipasang oleh pihak UGM dan tidak mewakili pandangan resmi UGM. Dengan demikian, baliho tersebut mencatut identitas UGM dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku," katanya.

Baca Juga: Mayoritas Timbangan Manual Melenceng akibat Faktor Usia

Dipasang oleh Mahasiswa Akar Rumput UGM

Pelaksana Tugas Ketua BEM UGM 2026, Sheron Adam Funay, menyebut bahwa spanduk tersebut dipasang kelompok akar rumput di lingkungan kampus sebagai wujud keresahan mahasiswa terhadap berbagai persoalan nasional yang terjadi saat ini.

"Spanduk tersebut hadir sebagai simbol sekaligus tamparan untuk pemerintah, bahwa mereka tetap tone deaf dan tidak mampu melihat kenyataan tentang keresahan serta kondisi yang sedang dialami masyarakat di lapangan," ucapnya.

Baca Juga: Eks Kepala UPT Pasar Induk Diperiksa Kejari

Pernyataan Pelaksana Tugas Ketua BEM UGM

Meski telah diturunkan, Sharon mengatakan spanduk tersebut hanyalah simbol dan bukan inti dari gerakan mahasiswa.

"Spanduk hanya simbol, sebagai pemantik saja. Karena yang melandasi gerakan simbolik bukan ada pada spanduknya, melainkan pada mahasiswa UGM yang meskipun memiliki kesibukan akademik, organisasi, dan kondisi mengkhawatirkan negara saat ini, masih mau untuk bergerak," katanya.

Editor : Aditya Novrian
#ugm #spanduk #permintaan maaf #kampus #Prabowo Gibran