JAKARTA, RADAR BATU – Ketua Komisi X DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan kontroversial Presiden RI Prabowo Subianto tidak salah. Ia mengimbau agar masyarakat, terutama di pedesaan, tidak perlu panik menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Melipir Sejenak ke Pondok Welirang Cafe, Tempat Menikmati Lanskap Gunung dari Ketinggian
"Apa yang disampaikan Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," kata Misbakhun pada Minggu (17/5).
Misbakhun menilai, pernyataan Prabowo pada Sabtu (16/5) kemarin adalah untuk menenangkan masyarakat.
Baca Juga: Setengah Juta Pelancong Serbu Kota Batu Akhir Pekan Ini
"Tentunya pernyataan Bapak Presiden Prabowo pada Sabtu kemarin terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik, tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya ingin mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita," ucapnya.
Dirinya menganggap, pernyataan Prabowo tersebut merupakan pesan tersirat pada Bank Indonesia (BI) untuk segera mengambil langkah.
Baca Juga: Ribuan Kamar Vila Cekik Bisnis Hotel Baru 48 Objek yang Sudah Menjadi Wajib Pajak
“Dan Presiden juga menyampaikan bahwa dasar ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan,” katanya.
"Untuk itu, Bank Indonesia perlu segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang nyata untuk mengembalikan rupiah pada penguatan yang memadai," tambah Misbakhun.
Sebelumnya, Prabowo memang menanggapi anjloknya nilai tukar rupiah yang terjadi dengan santai. Ia menilai keadaan pangan dan energi Indonesia masih baik-baik saja meski nilai dolar semakin menguat.
Baca Juga: Pengerukan Sungai Krecek Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Mandek
“Pangan aman, energi juga aman. Banyak negara sudah panik, Indonesia masih oke,” katanya.
Menurutnya, Indonesia mampu bertahan dalam situasi dunia yang semakin sulit dengan menjadi pengekspor pupuk dan beras ke berbagai negara dunia.
Baca Juga: 6.000 Kamar Vila Kepung Hotel di Kota Batu, Banyak Pengusaha Diduga Belum Bayar Pajak
"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang sedang mengalami kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia,” tuturnya.