NGANJUK, RADAR BATU – Presiden RI, Prabowo Subianto menilai anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak terlalu berimbas terhadap masyarakat kecil, terutama di desa. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
"Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti. Sebentar-sebentar mengatakan bahwa Indonesia akan collapse, akan chaos. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dolar, kok,” katanya.
Baca Juga: Grafik Uji Kir Kendaraan di Kota Batu Kembali Meroket
Pernyataan santai itu disampaikannya menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Prabowo meyakini kondisi Indonesia masih stabil di tengah situasi global yang tidak pasti.
“Pangan aman, energi juga aman. Banyak negara sudah panik, Indonesia masih oke,” katanya.
Baca Juga: Pedagang Simpang Patih Usul 2 Opsi Relokasi, Dewan Gugat Kajian Teknis
Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah mencapai 17.600 per dolar AS pada Jumat (15/5). Pakar menilai, lesunya nilai rupiah tersebut disebabkan karena menguatnya dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, hingga konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Rupiah dan mata uang regional negara lain terpantau melemah cukup besar terhadap dolar AS akibat harga minyak mentah dunia yang kembali naik,” kata Lukman Leong, Chief Analyst Doo Fiance Futures, Selasa (12/5).
Baca Juga: Fitur Terbaru WhatsApp, Ini Cara Atasi Memori HP Penuh tanpa Hapus Chat
Selain Lukman, Analis Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra juga menyinggung faktor penguatan dolar AS dan berlanjutnya perang AS dan Iran.
"Selain gejolak yang terjadi akibat perang di Timur Tengah dan harga minyak yang masih di level tinggi, ini juga karena data ekonomi AS yang masih bagus sehingga menurunkan peluang Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga acuannya tahun ini," kata Ariston, Jumat (15/5).
Baca Juga: Motor Raib setelah Kencan Buta di Junrejo Kota Batu
Ia memprediksi lemahnya nilai tukar rupiah akan terus terjadi jika perang AS dan Iran tidak kunjung selesai. Tak hanya rupiah, mata uang lain juga akan terpengaruh.
Editor : Aditya Novrian