Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemkot Batu Target Sabet Piala Adipura Tahun Depan

A. Nugroho • Minggu, 7 September 2025 | 17:14 WIB

 

DITARGET ADIPURA: Tugu Adipura di pertigaan Alun-Alun Kota Wisata Batu. Penghargaan itu pernah diterima pada tahun 2022 lalu.
DITARGET ADIPURA: Tugu Adipura di pertigaan Alun-Alun Kota Wisata Batu. Penghargaan itu pernah diterima pada tahun 2022 lalu.

BATU - Kebersihan dan keasrian Kota Batu bakal semakin ditingkatkan. Bukan hanya untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan, tetapi juga untuk merealisasikan target menyabet Piala Adipura 2026 mendatang. Penghargaan di bidang lingkungan itu terakhir kali diraih Kota Batu pada 2022 lalu. Setelah itu, keberuntungan yang sama belum berpihak lagi.

 

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 2022 lalu itu sekaligus menjadi penghargaan pertama yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Batu setelah 21 tahun berdiri sebagai daerah otonom. Gelar tersebut kembali ingin diraih pada penilaian Adipura tahun depan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni cukup optimistis.

 

Sebab, beberapa pengelolaan lingkungan melalui beberapa langkah strategis telah dilakukan mulai tahun ini. Itu terbukti dari menurunnya timbulan sampah di Kota Batu tahun ini. Dari yang semula sebesar 135 ton per hari kemudian susut menjadi 122,138 ton per hari. Itu berkat pengelolaan sampah yang baik dalam beberapa waktu terakhir.

 

“Kami ingat betul pernah disanksi administratif mengenai catatan kondisi lingkungan. Sehingga kami segera berbenah,” jelasnya. Seperti pemaksimalan pemilahan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) dan bank sampah. Sementara, pengelolaan sampah residu dipusatkan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.

 

Bahkan, beberapa waktu terakhir pengolahan sampah organik juga sudah terakomodasi menggunakan big komposter. Artinya, 70 persen sampah sudah terkelola dengan baik. Sedangkan, 30 persen sampah yang belum terkelola bakal diakomodasi melalui program KLH yakni Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

 

Dengan skema itu, dalam kurun waktu 1-2 tahun ke depan timbulan sampah di Kota Batu dipastikan tuntas 100 persen. Lebih lanjut, Dian mengatakan penilaian Adipura sedikit lebih kompleks dibandingkan tahun sebelumnya. Dulu, penilaian fokus terhadap beauty contest di beberapa titik yang ditinjau. Kini, yang ditinjau keseluruhan kondisi di lapangan.

 

Indikator penilaian utama berasal dari tata kelola sampah dengan bobot 50 persen. Sedangkan, 20 persen lainnya berasal dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan prasarana pendukung lainnya. “Tim penilai akan secara acak hadir ke wilayah tertentu tanpa pemberitahuan,” kata Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu.

 

Untuk itu, dirinya berkomitmen untuk meningkatkan ketercapaian sesuai standar penghargaan Adipura. Penilaian bakal berlangsung hingga bulan Desember mendatang. “Tentu kami optimistis bisa mencapai target tersebut,” tandas dia. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#pemkot #piala adipura #penghargaan #batu #2026 #lingkungan